SIDOARJO Media Edy Macan – Penanganan laporan dugaan perjudian sabung ayam di Desa Klurak, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, kembali memicu gejolak di tengah masyarakat. Alih-alih meredam polemik, hasil pemeriksaan lapangan yang diumumkan oleh aparat kepolisian justru dinilai janggal dan melahirkan mosi tidak percaya dari warga setempat.
Sebelumnya, jajaran Polsek Candi bersama personel Polresta Sidoarjo yang dipimpin oleh Kanit Reskrim, Kanit Lantas, dan Kanit Provos dilaporkan telah turun ke lokasi pada pukul 17.30 WIB. Berdasarkan rilis resmi, petugas mengeklaim tidak menemukan adanya aktivitas perjudian, kerumunan massa, maupun barang bukti yang mengarah pada praktik sabung ayam. Lokasi dinyatakan steril dan sepi.
Namun, klaim "bersih" tersebut justru memancing reaksi sinis dari warga. Pasalnya, isu mengenai arena judi sabung ayam di wilayah tersebut bukanlah rahasia baru, melainkan aktivitas menahun yang sudah meresahkan warga sekitar.
Bahkan, sebagian masyarakat secara spontan menganalogikan penegakan hukum ini bak sebuah adegan sinetron yang penuh kepura-puraan. Hal ini dipicu oleh kontrasnya informasi ril di lapangan dengan hasil laporan yang dipublikasikan aparat.
"Kalau memang lokasinya bersih, kenapa tempat itu terus-menerus digunjingkan warga dari waktu ke waktu? Kami hanya butuh kepastian dan keterbukaan yang sejujurnya," ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Ketidakpuasan warga kian memuncak setelah foto dokumentasi hasil pemeriksaan aparat beredar luas. Warga yang sangat mengenali seluk-beluk wilayah tersebut langsung menyadari adanya kejanggalan: titik yang diperiksa polisi bukanlah arena sabung ayam yang dimaksud.
Menurut kesaksian warga, lokasi yang didatangi petugas dalam foto tersebut sengaja atau tidak, telah bergeser beberapa meter dari titik krusial yang selama ini menjadi pusat aktivitas perjudian. Pergeseran lokasi inilah yang memicu spekulasi liar adanya upaya "main mata" atau kecerobohan dalam penindakan.
"Dari foto yang beredar saja masyarakat sudah bisa menilai. Titik yang diperiksa itu berbeda, meleset beberapa meter dari lokasi asli yang selama ini dibicarakan warga. Ini yang bikin kami bertanya-tanya," cetus warga lainnya.
Masyarakat mendesak agar kepolisian melakukan penyisiran ulang secara menyeluruh, detail, dan transparan, bukan sekadar formalitas menggugurkan kewajiban laporan warga. Mengingat aktivitas haram ini diduga kuat masih berjalan rutin, warga berharap pengawasan dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar sidak sesaat (sidak anget-anget tahi ayam).
Kini, sorotan publik tidak hanya tertuju pada Kapolsek Candi Kompol Septiawan Adi Prihartono, melainkan telah meluas hingga ke tingkat atas, termasuk Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Dr. Christian Tobing, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, hingga Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Masyarakat berharap komitmen institusi Polri terhadap Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) benar-benar diwujudkan dalam kasus ini. Warga menegaskan bahwa aksi protes ini bukan untuk mendiskreditkan pihak tertentu, melainkan murni demi penegakan hukum yang adil.
"jika memang bersih, buktikan secara terbuka dengan fakta lapangan yang valid agar polemik selesai. Namun, jika ada pelanggaran atau bahkan pembiaran, harus ada tindakan tegas tanpa tebang pilih," tegas warga menutup pembicaraan.
Hingga berita ini diturunkan, bola panas dugaan judi sabung ayam di Desa Klurak masih menggelinding. Publik kini menunggu langkah konkret dan respons jujur dari aparat penegak hukum untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang mulai luntur.
Redaksi:Tim investigasi
Editor:Agl

Posting Komentar