Tokoh Arus Bawah Pagar Nusa Tulungagung Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Jurnalis di Kafe Maxy


Tulungagung Media Edy Macan – Sejumlah tokoh dari kalangan pencak silat di Kabupaten Tulungagung mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang jurnalis sekaligus tokoh Arus Bawah Pagar Nusa, Adi B. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di sebuah kafe di wilayah Tulungagung pada Jumat (19/6/2026) dini hari.

Dalam keterangannya kepada awak media di depan Mapolres Tulungagung, Adi B menyatakan bahwa dirinya telah menjalani proses visum dan pemeriksaan oleh penyidik. Ia berharap kasus yang dilaporkannya dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya berharap kasus ini diproses secara hukum dengan adil. Meskipun telah ada upaya permintaan maaf dan ajakan mediasi dari pihak yang dilaporkan, saya memilih agar perkara ini tetap berjalan sesuai prosedur hukum,” ujarnya.

Adi B juga meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, langkah tersebut penting demi menjaga rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

Akibat kejadian itu, Adi B mengaku mengalami sejumlah luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Ia menyebut dokter menyarankan dirinya untuk beristirahat dan mengurangi aktivitas selama masa pemulihan.

Sementara itu, salah satu penyidik yang menangani perkara tersebut menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah berupaya mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik. Namun karena korban menghendaki proses hukum tetap berjalan, laporan tersebut akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami sebagai pelayan masyarakat akan tetap menerima dan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Penanganan perkara akan dilakukan sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar seorang penyidik.

Di sisi lain, sejumlah pihak dari kalangan jurnalis dan masyarakat turut meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan objektif. Mereka berharap seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat diungkap melalui proses hukum yang sah.

Hingga berita ini ditulis, pihak-pihak yang disebut dalam berbagai pernyataan dan tuduhan yang beredar belum memberikan keterangan resmi. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang berkembang masih menunggu pembuktian melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat berwenang.

Kasus ini menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat di Tulungagung yang berharap penegakan hukum dapat berjalan secara adil, transparan, dan tanpa pandang bulu.

" Mereka sebenarnya sudah diberi atensi oleh kaji Wakid, serta uang jasa kawalan di jalan, tapi mereka pula yang menangkap truk solar di jalan, yang ujung - ujungnya minta uang ke kaji  mengatasnamakan media, otak penipu," lanjut Adi B.

 Beberapa kasus penghadangan truk tangki solar disejumlah wilayah di jawa timur kemungkinan besar juga di dalangi oleh komplotan ini.Modif milik orang Solo pernah disikat di Durenan Trenggalek (dian.herman,Brm cs), tangki solar milik kaji wakid juga pernah disikat di Rejo tangan, Sumber Gempol Tulungagung (dian.candra sipit,Komarudin cs), tangki Milik erik Disikat di Lamongan ( komarudin.candra sipit cs). Tak jarang pula komplotan ini meminta uang deposit untuk belanja solar, namun ujung - ujungnya uang tersebut di bawa kabur.

Dian cs sendiri berlatar belakang preman yang kemudian diajari jadi jurnalistik oleh Candra BG. Latar belakang Candra BG hanya Tukang shoting dan dan hasilkan karya tulis dari aplikasi AI. Dari sini sudah jelas mereka tidak memiliki kopenti jurnalistik dan hanya preman di seragami baju Media.

Jadi jelas komplotan ini hanya menjadikan media sebagai Bamper dari usaha mereka untuk mendapatkan kepercayaan dari sejumlah bos PT BBM jenis solar.lanjut Adi B

"Saya meminta kalau mereka gentel man dan Berani ndak usah kabur lari dari hukum, tapi kalau mereka kabur atas kasus ini dan jadi DPO jelas komplotan ini adalah bajingan banci yang berlagak sok kebal hukum di balik baju Media abal - abal sesuai basic mereka adalah Preman pasar.," kita buktikan semua ucapan saya," mereka serahkan diri ato nunggu di jemput team macan agung," pungkas Adi B..

Redaksi: Team

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News