Petani dan HIPPA Kecamatan Widang Desak Solusi Cepat Atas Terhentinya Pasokan Solar di SPBU Compreng Demi Menjaga Kelangsungan Musim Tanam Padi

 

Tuban, Media Edy Macan – Sejumlah petani dan pengurus HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, mengaku resah akibat terhentinya pasokan BBM jenis solar di SPBU 54.623.10 yang berlokasi di Desa Compreng, Kecamatan Widang. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian yang saat ini memasuki masa tanam serentak.

Selama ini, SPBU Compreng menjadi salah satu titik utama distribusi solar bagi kebutuhan sektor pertanian di wilayah Widang. Solar tersebut digunakan untuk mengoperasikan pompa air, alat pertanian, serta berbagai kebutuhan penunjang produksi pertanian lainnya.

Pada Jumat (12/6/2026), sejumlah petani bersama pengurus HIPPA dari berbagai desa di Kecamatan Widang mendatangi Kantor Kecamatan Widang untuk menyampaikan aspirasi dan meminta solusi atas kelangkaan solar yang mereka alami. Mereka menilai sanksi yang diberikan kepada SPBU Compreng telah berdampak terhadap kelancaran distribusi BBM yang sangat dibutuhkan petani.

Pertemuan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMCA) Widang. Dalam forum tersebut dibahas langkah-langkah penanganan agar kebutuhan BBM sektor pertanian tetap terpenuhi, mengingat kebutuhan solar meningkat seiring berlangsungnya musim tanam di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, para petani menyampaikan beberapa tuntutan dan usulan kepada pemerintah serta instansi terkait, di antaranya:

  1. Penambahan kuota rekomendasi barcode dari dinas terkait.

  2. Penambahan kuota BBM pada SPBU yang melayani kebutuhan pertanian.

  3. Percepatan proses pengurusan barcode melalui instansi pertanian setempat, termasuk Badan Penyuluh Pertanian (BPP).

  4. Mendorong Pemerintah Kabupaten Tuban untuk memprioritaskan pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Pertanian (SPBP).

Para petani menegaskan bahwa persoalan tersebut harus segera diselesaikan karena tanaman padi yang baru memasuki masa pertumbuhan sangat membutuhkan pasokan air yang bergantung pada operasional pompa berbahan bakar solar.

Kundono, selaku pengurus HIPPA sekaligus perwakilan petani Kecamatan Widang, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar kebutuhan BBM petani tetap terpenuhi selama proses penyelesaian masalah berlangsung.

“Kami meminta agar sementara waktu pengambilan BBM solar dialihkan ke SPBU Bunut sambil menunggu SPBU Compreng kembali mendapatkan pasokan. Ini merupakan solusi tercepat agar kebutuhan petani tetap terpenuhi,” ujarnya.

Ia juga berharap proses distribusi solar melalui SPBU alternatif dapat dikawal oleh aparat keamanan guna menghindari persoalan serupa yang sebelumnya terjadi.

“Harapan kami, apabila ada pengalihan pengambilan solar ke SPBU Bunut, pihak Polsek dan Koramil setempat turut mengawal proses tersebut sehingga distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kecamatan Widang, Kundari, memberikan apresiasi kepada FORKOPIMCA Widang yang dinilai bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mencari solusi atas keluhan para petani.

Menurutnya, langkah koordinasi yang dilakukan pemerintah kecamatan menjadi harapan bagi petani agar kebutuhan BBM sektor pertanian dapat segera terpenuhi dan aktivitas pertanian tidak terganggu.

Hingga berita ini diterbitkan, para petani masih menunggu langkah konkret dari pihak terkait, termasuk PT Pertamina Patra Niaga, terkait solusi atas terhentinya pasokan solar di SPBU Compreng. Mereka berharap permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan demi menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Widang.

Redaksi: Team

Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News