BANYUWANGI, Media Edy Macan – Malam 1 Suro yang biasanya diselimuti atmosfer sakral dan heningnya refleksi diri, berubah mencekam di Dusun Krajan Kulon, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Sunyinya sepertiga malam mendadak pecah oleh jeritan histeris dan hantaman besi tua.
Seorang pemuda setempat bernama Agus, atau yang akrab disapa Kipli, menjadi korban dalam tragedi memilukan di perlintasan kereta api pada Rabu (17/6/2026) dini hari sekira pukul 03.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat korban diduga berada di area jalur rel kereta api. Di saat yang bersamaan, sebuah rangkaian kereta api meluncur dari kegelapan malam. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, masinis tidak mampu menghindari tabrakan.
"Suaranya keras sekali, benturan besi. Waktu kami cek, astagfirullah, ternyata ada orang," ujar salah seorang warga yang terbangun akibat insiden tersebut.
Dahsyatnya benturan membuat tubuh korban terlempar. Pemuda tersebut harus menerima kenyataan pahit: tangan kirinya putus total akibat tergilas roda baja kereta api.
Mendengar suara dentuman dan teriakan minta tolong, warga Dusun Krajan Kulon langsung berhamburan keluar rumah. Di tengah temaramnya malam 1 Suro, dengan peralatan seadanya dan senter ponsel, warga bahu-membahu memberikan pertolongan pertama untuk menyumbat pendarahan korban yang kritis.
Tak berselang lama, Agus langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Genteng. Hingga berita ini diturunkan, korban masih berada di ruang perawatan intensif dan berjuang melewati masa-masa kritisnya di bawah pengawasan ketat tim medis.
Tragedi ini langsung menyebar cepat dan menjadi buah bibir. Bagi masyarakat Jawa, malam 1 Suro kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis, namun pihak berwajib mengimbau warga untuk tetap rasional dan fokus pada faktor keselamatan.
Aparat kepolisian sektor Sempu bersama dengan petugas PT KAI telah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Petugas saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi guna memastikan kronologi dan penyebab pasti mengapa korban bisa berada di jalur terlarang tersebut pada dini hari.
Jalur kereta api adalah kawasan steril yang berbahaya dan dilarang keras untuk aktivitas apa pun. Mari jadikan musibah ini sebagai pengingat keras bagi kita semua untuk selalu menjaga jarak aman dari rel demi keselamatan nyawa.
Posting Komentar