SURABAYA Media Edy Macan— Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur dalam mengawal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Tahun Ajaran 2026. Hingga memasuki Tahap III, seluruh proses seleksi dinilai berjalan dengan aman, transparan, dan taat asas.
Ketua KAKI Jatim, Moh Hosen, menegaskan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ditemukan adanya praktik gratifikasi maupun penyimpangan yang merugikan hak-hak masyarakat. Seluruh tahapan seleksi murni berjalan secara objektif berdasarkan sistem dan regulasi yang berlaku.
"Di bawah kendali Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., kami melihat proses SPMB 2026/2027 ini berjalan ketat sesuai aturan. Tidak ada ruang untuk gratifikasi, tidak ada perlakuan khusus, dan seluruh mekanismenya dilakukan secara terbuka," ujar Moh Hosen, Minggu (28/6).
Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen kuat Dindik Jatim dalam mengimplementasikan Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi dalam Penyelenggaraan SPMB.
Selain itu, seluruh proses seleksi berpedoman kokoh pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025, sehingga memberikan kepastian hukum yang jelas dan terukur bagi semua calon peserta didik.
Mengenai adanya beberapa riak keluhan di tengah masyarakat, Moh Hosen menilai hal tersebut lebih dipicu oleh faktor edukasi.
"Jika ada wali murid yang komplain, kemungkinan besar karena belum memahami secara utuh mekanisme dan jalur seleksi yang diterapkan. Pada kenyatannya, Dindik Jatim sama sekali tidak mempersulit orang tua maupun calon peserta didik selama proses pendaftaran berlangsung," tambahnya.
Secara khusus, KAKI Jatim juga menyoroti kelancaran proses SPMB di wilayah Surabaya dan Sidoarjo yang berlangsung sangat kondusif hingga Tahap III. Apresiasi pun dialamatkan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Surabaya-Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., yang dinilai profesional dan objektif dalam mengawal kebijakan di wilayahnya.
Melalui momentum ini, KAKI Jatim berharap capaian positif SPMB 2026 dapat menjadi cetak biru (blueprint) penyelenggaraan pendidikan yang bersih dan akuntabel di Indonesia.
"Kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan adalah hal yang mutlak. SPMB yang transparan dan berintegritas seperti ini memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh anak bangsa untuk meraih pendidikan berkualitas," tutup Moh Hosen.
Redaksi:Aziz
Editor:Agl


Posting Komentar