BANYUWANGI Media Edy Macan– Menyambut peringatan Bulan Bung Karno, Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi sekaligus Ketua Dewan Kehormatan DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, S.E., menyampaikan refleksi politik yang mendalam. Ia menegaskan bahwa pemikiran besar Sang Proklamator, Ir. Soekarno, harus tetap menjadi kompas moral dan arah perjuangan di masa kini.
Melalui pesan resmi yang dirilis dalam pamflet bertema merah semangat, Made mengusung jargon utama: “Mewarisi Semangat Proklamasi, Mengabdi untuk Rakyat dan Nusa Bangsa.” Baginya, amanah ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah tugas negara yang wajib dipertanggungjawabkan.
Sebagai pimpinan legislatif dan penjaga etika partai di tingkat daerah, Made mengingatkan kembali hakikat tertinggi dari politik menurut ajaran Bung Karno, yaitu sebuah jalan pengabdian, bukan ajang mengejar kepentingan pribadi maupun golongan.
“Bung Karno pernah membakar semangat kita dengan berkata: ‘Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.’ Di Banyuwangi, api semangat ini harus kita manifestasikan dalam bentuk tindakan nyata demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Made.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa posisinya di DPRD dan struktural partai adalah instrumen untuk menegakkan keadilan sosial. Pemikiran Marhaenisme harus membumi di Bumi Blambangan agar tidak ada ketimpangan sosial yang mencederai hak-hak rakyat kecil.
“Bagi kami di PDI Perjuangan, setiap kebijakan dan keputusan hukum yang lahir dari gedung DPRD harus berpihak pada kepentingan wong cilik. Negara yang besar adalah negara yang menghormati dan memprioritaskan rakyatnya,” tegasnya penuh keyakinan.
Bulan Bung Karno juga dinilainya sebagai momentum penting untuk merefleksikan karakter pemimpin yang berani, jujur, dan berdaulat. Menjaga kehormatan partai berarti memastikan seluruh kader tetap bergerak di atas rel perjuangan demi mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, adil, dan makmur.
“Politik adalah seni pengabdian. Seperti pesan Bung Karno: ‘Janganlah hidupmu untuk mati sia-sia, tapi hiduplah untuk sesuatu yang abadi.’ Bagi saya, mengabdi untuk tanah kelahiran Banyuwangi adalah jalan menuju keabadian tersebut,” tambahnya.
Mengakhiri pernyataannya, I Made Cahyana Negara mengajak seluruh elemen masyarakat, jajaran pejabat, dan kader partai di Banyuwangi untuk memperkuat gotong royong dalam menghadapi tantangan zaman. Di bawah panji ideologi Pancasila dan semangat Bung Karno, ia optimis Banyuwangi akan terus tumbuh sebagai daerah yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Posting Komentar