MALANG, Media Edy Macan – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Formasy Praja Nusantara (FPN) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 pada Sabtu (6/6/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan organisasi dalam membangun generasi penerus bangsa yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Sejak didirikan, FPN mengusung tujuan memperkokoh budaya bangsa melalui penguatan Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, sebagai landasan menuju kemakmuran, keadilan sosial, serta kejayaan bangsa Indonesia di kancah dunia.
Pada peringatan HUT ke-8 tahun ini, FPN mengangkat tema "Cruak Gagak Nggrumut Semut – Hidup dengan Diri Sejati Seiring Kehendak Semesta dalam Ridho-Nya."
Semangat pergerakan yang terus dijalankan sejak 2019 hingga saat ini berfokus pada pembangunan kesadaran etika sosial dan kesadaran hukum terkait pemanfaatan serta penggunaan air di kawasan hutan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi krisis air guna menjamin ketersediaan sumber daya air bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Dewan Musyawarah Nusantara (DMN) FPN, Dodik Purwoko, SP., didampingi Hassoyo Joko Pitono selaku Asisten Konstruksi Budaya dan Peradaban Nusantara DMN FPN, Suparman warga Oro-Oro Ombo Kota Batu, Rohman warga Kepanjen Kabupaten Malang, Roni warga Giripurno Bumiaji, serta sejumlah aktivis lingkungan dari Komunitas Dulur Tunggal Banyu.
Rangkaian kegiatan bertajuk Mitigasi Krisis Air dilaksanakan melalui pemotongan tumpeng bersama pemerintah desa dan masyarakat Dusun Dawuhan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan berlangsung di kawasan sempadan Sungai Brantas yang berjarak sekitar tiga meter dari Sumber Air Sengkaling.
Dodik Purwoko menjelaskan bahwa kegiatan ini menghadirkan nuansa baru karena diawali dengan doa bersama yang dilaksanakan di lahan warga yang memiliki sumber mata air pada pukul 15.08 WIB. Doa tersebut diikuti dan diamini secara serentak oleh anggota FPN di berbagai wilayah Nusantara.
"Harapannya adalah terciptanya ketenangan batin, ketenteraman hati, serta kemakmuran hidup yang selaras dengan kehendak semesta dalam ridho Tuhan Yang Maha Esa. Kebersamaan ini menjadi ruh dan jiwa pergerakan FPN di mana pun anggotanya berada," ujarnya.
Selain menjadi ruang diskusi masyarakat Malang Raya, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi kesadaran hukum terkait pemanfaatan air permukaan maupun air tanah.
Menurut Dodik, air merupakan kebutuhan hidup masyarakat luas sehingga setiap pihak yang memanfaatkan air lebih dari 100 meter kubik per bulan, khususnya untuk kepentingan usaha atau diperjualbelikan, seharusnya memiliki Surat Izin Pengusahaan Air sesuai ketentuan yang berlaku.
"Langkah ini penting untuk menghambat laju kerusakan sumber daya air. Kegiatan yang diinisiasi FPN ini merupakan langkah awal dan akan dilanjutkan di berbagai wilayah Nusantara lainnya," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan seharusnya tidak hanya muncul karena adanya aturan maupun ancaman sanksi hukum, tetapi juga didasari kesadaran spiritual sebagai bentuk ibadah serta tanggung jawab terhadap keberlanjutan peradaban.
Pada kesempatan yang sama, tokoh masyarakat sekaligus aktivis lingkungan Tegalgondo, Abdul Kholil, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan HUT ke-8 FPN di wilayahnya.
"Alhamdulillah, atas nama warga dan pemerintah desa kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan pelaksanaan HUT FPN ke-8 di Dusun Dawuhan, Desa Tegalgondo. Kami sangat mendukung upaya mitigasi krisis air yang menjadi tanggung jawab bersama. Semoga kelestarian alam dan sumber mata air di negeri tercinta ini tetap terjaga, serta segala pengabdian yang dilakukan menjadi amal yang diridhai Allah SWT," ungkapnya.
Peringatan HUT ke-8 FPN menjadi bukti konsistensi organisasi dalam menggabungkan nilai kebangsaan, pelestarian lingkungan, dan kesadaran spiritual sebagai fondasi membangun peradaban yang berkelanjutan.
Salam Satu Jiwa, Jiwa Nusantara.
Redaksi: Tim
Posting Komentar