Filantropi Kampus: UNESA Gedor Kepedulian Sosial Lewat Buka Puasa Massal 2.000 Porsi



SURABAYA Media Edy Macan – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melakukan manuver sosial besar-besaran dengan mengubah gerbang depan Kampus 2 Lidah Wetan menjadi titik pusat filantropi selama Ramadan. Melalui agenda "Buka Bersama Massal", UNESA mendistribusikan lebih dari 2.000 hingga 3.000 porsi makanan, minuman, dan takjil setiap harinya secara gratis. Langkah ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan intervensi nyata kampus dalam meringankan beban ekonomi mahasiswa dan masyarakat menengah ke bawah di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.


Kegiatan yang berlangsung selama 21 hari—mulai 21 Februari hingga 14 Maret 2026—ini menjadi solusi konkret bagi ribuan orang. Kelompok sasaran mulai dari mahasiswa rantau yang berupaya menekan biaya hidup hingga pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online dan pedagang kaki lima, memadati halaman depan universitas sejak pukul 15.00 WIB. Bagi mahasiswa, program ini menjadi instrumen penyelamat anggaran bulanan, sementara bagi masyarakat umum, ini adalah bentuk kehadiran institusi pendidikan di tengah kesulitan domestik mereka.


Di balik distribusi logistik yang masif, UNESA menyisipkan edukasi budaya melalui panggung kesenian tradisional dan musik yang dibawakan oleh mahasiswa. Integrasi antara nilai spiritual dan apresiasi seni ini bertujuan untuk meminimalisir kejenuhan saat menunggu waktu berbuka, sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi bakat mahasiswa. Pendekatan inklusif ini membuktikan bahwa kampus mampu menjadi ruang publik yang cair dan tidak eksklusif.


Rektor UNESA, Profesor Dr. H. Nurhasan, M.Kes., atau yang akrab disapa Cak Hasan, menegaskan bahwa agenda ini adalah laboratorium sosial bagi mahasiswanya. Dengan melibatkan civitas akademika dan berkolaborasi dengan Yayasan Wong Bodho Pondok Mburi, ia ingin menanamkan insting gotong royong dan empati kolektif. "Mahasiswa harus teredukasi bahwa berbagi bukan soal sisa materi, tapi soal tanggung jawab terhadap sesama manusia," tegas Cak Hasan dalam keterangannya.

Secara institusional, gerakan ini merupakan manifestasi dari transformasi UNESA sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Keberhasilan mengelola logistik ribuan porsi harian mencerminkan kapabilitas tata kelola yang adaptif dan inovatif. Dengan reputasi unggul di bidang olahraga, seni, dan disabilitas, UNESA memposisikan diri bukan hanya sebagai menara gading akademik, tetapi sebagai katalisator kesejahteraan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar.


Sinergitas yang dibangun antara dosen, mahasiswa, dan pihak eksternal dalam agenda ini menjadi pondasi kuat bagi UNESA untuk terus melangkah di depan. Keberkahan Ramadan kali ini dijadikan momentum akselerasi untuk mewujudkan visi kampus yang tangguh dan memiliki reputasi global. Inisiatif ini menegaskan bahwa pendidikan karakter terbaik adalah yang dipraktikkan langsung di lapangan, bukan sekadar teori di dalam kelas.

Redaksi: Team

Editor: bIe

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News