PROBOLINGGO, Media Edy Macan – Proses seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo periode 2026–2031 terus berjalan sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku. Tim Seleksi (Timsel) menegaskan komitmennya untuk melaksanakan seluruh rangkaian seleksi secara profesional, transparan, dan akuntabel guna melahirkan pimpinan Baznas yang amanah dan kapabel.
Perwakilan Timsel dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo, Didik dan Wirawan, menyampaikan bahwa proses seleksi tersebut mendapat dukungan moril dari DPRD Kota Probolinggo, khususnya Komisi III. Dukungan tersebut dinilai penting sebagai penguat agar Timsel dapat bekerja secara independen dan tetap berpegang pada ketentuan yang berlaku.
“Dukungan moril dari DPRD memberikan ruang bagi kami untuk menjalankan tugas sesuai regulasi, sehingga seleksi ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan pimpinan Baznas yang profesional, amanah, serta kapabel dalam mengelola zakat umat,” ujar Didik.
Berdasarkan data Timsel, jumlah pendaftar awal seleksi mencapai 18 orang. Dari jumlah tersebut, diseleksi menjadi 10 kandidat yang dinyatakan lolos administrasi dan berhak mengikuti tahapan wawancara. Selanjutnya, sepuluh nama tersebut akan diajukan ke tingkat pusat untuk dipilih lima orang sebagai Pimpinan Baznas Kota Probolinggo periode 2026–2031.
Wirawan menjelaskan bahwa penguasaan syariah menjadi salah satu aspek penting dalam proses penilaian, yang akan didalami lebih lanjut pada tahapan wawancara. Dalam sesi tersebut, unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga akan dilibatkan, khususnya untuk menguji pemahaman fikih dan keagamaan para kandidat.
“Pada tahap wawancara akan terlihat sejauh mana kemampuan syariah para calon. Ketua MUI akan berdialog langsung dengan peserta terkait fikih dan pemahaman keagamaannya,” jelas Wirawan.
Terkait rekomendasi peserta, Timsel menegaskan bahwa hal tersebut bersifat administratif dan terbuka bagi berbagai organisasi kemasyarakatan maupun lembaga keagamaan. Rekomendasi berasal dari beragam unsur, di antaranya PCNU, PD Muhammadiyah, MUI, pondok pesantren, hingga organisasi kepemudaan berbasis keagamaan.
“Semua ormas dan lembaga keagamaan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan rekomendasi. Sepuluh besar kandidat yang lolos saat ini cukup representatif, karena berasal dari berbagai unsur, seperti NU, Muhammadiyah, MUI, dan pesantren,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Timsel berharap kepengurusan Baznas ke depan mampu meningkatkan profesionalisme, tata kelola manajerial, serta memperkuat kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kota Probolinggo.

Posting Komentar