Sarat Nilai Historis, Partai Nasionalis Nusantara (PNN) Resmi Deklarasi di Rumah Pergerakan Peneleh Surabaya

 

SURABAYA Media Edy Macan— Partai Nasionalis Nusantara (PNN) secara resmi mendeklarasikan keberadaannya di kawasan bersejarah Kampung Peneleh Gang VII, Surabaya, Kamis (1/10/2026). Mengambil momentum Hari Kesaktian Pancasila, proses deklarasi yang dihelat di depan Rumah Pergerakan H.O.S. Tjokroaminoto ini berlangsung khidmat dan diwarnai semangat persatuan kebangsaan.

Pemilihan lokasi di Jalan Peneleh Gang VII No. 29–31 tersebut bukan tanpa alasan. Rumah H.O.S. Tjokroaminoto dikenal sebagai kawah candradimuka tempat bertumbuhnya gagasan para pemuda pergerakan nasional di masa kolonial, termasuk Soekarno muda, Semaoen, Alimin, Musso, hingga Kartosoewirjo. Tempat ini merekam jejak Guru Bangsa tersebut dalam mendidik generasi muda lewat diskusi politik, nasionalisme, dan keislaman.

Dipimpin oleh Teten Indra Abdillah selaku Ketua Umum dan Menur Soekarno sebagai Sekretaris Jenderal bersama jajaran Tim 7, PNN mengusung nilai perjuangan yang berlandaskan akhlak, nasionalisme, persatuan, kedaulatan, serta keadilan dan kemakmuran rakyat.

Acara ini turut disaksikan oleh unsur perangkat pemerintahan setempat, mulai dari Ketua RW 04, Ketua RT 02, hingga jajaran Trantib Kelurahan Peneleh dan Kecamatan Genteng. Stabilitas keamanan selama kegiatan juga dikawal ketat oleh Polsek Genteng dan Polrestabes Surabaya sehingga acara berjalan tertib.

Ketua DPW PNN Provinsi Jawa Timur, Cak Bram, menegaskan bahwa deklarasi di Peneleh sarat makna simbolik dan bukan sekadar seremoni belaka.

"Bagi kami, deklarasi ini bukan sekadar seremoni. Ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen membangun organisasi yang berlandaskan nilai kebangsaan, persatuan, keadilan, dan kemakmuran," ujar Cak Bram.

Ia menambahkan, ke depannya DPW PNN Jatim akan memperkuat konsolidasi internal serta fokus pada pengkaderan yang berkesinambungan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sementara itu, dalam orasinya, Ketua Umum PNN Teten Indra Abdillah menekankan pentingnya menghadirkan partai kader yang berdaya guna bagi rakyat serta mampu menyelaraskan pembangunan politik dan ekonomi.

"Politik dan ekonomi harus berjalan beriringan sehingga tidak timpang dan berjalan bersama menuju Indonesia yang maju, adil, dan makmur," tegas Teten.

Dalam platform perjuangannya, PNN berikhtiar menyinergikan pemikiran politik kebangsaan Ir. Soekarno dan gagasan ekonomi kerakyatan Drs. Mohammad Hatta. Partai yang juga dikenal dengan sebutan "Partai Banteng Putih" ini menutup rangkaian deklarasinya dengan doa bersama di bawah terik matahari Surabaya, diakhiri dengan pekikan lantang: “MERDEKA!”

Redaksi:Team

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News