SIDOARJO, Media Edy Macan - Suasana khidmat dan khusyuk menyelimuti area makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo, Wonocolo – Sepanjang, Rabu malam Kamis Pahing (16/9/2026). Puluhan jamaah Majelis Taubat Nur Ilahi (MD TNI) menggelar pembacaan Dzikir Ghofilin yang dipimpin Kyai Muchdhor.
Ini merupakan kegiatan kesekian kalinya yang dilaksanakan jamaah MD TNI di makam tersebut. Acara perdana yang digelar pada Rabu malam Kamis Pahing ini memang hanya dihadiri beberapa puluh jamaah karena dilaksanakan secara mendadak tanpa perencanaan. Namun acara ini menjadi bentuk rasa syukur atas terwujudnya kembali pembangunan makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo.
Seperti diketahui, makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo yang merupakan salah satu pejuang dan ulama di daerah Sepanjang, sempat dirusak oleh oknum preman. Saat ini proses hukumnya masih berjalan sidang di PN Sidoarjo.
Berkat kepedulian Gus Fandi, salah satu ulama muda yang peduli dengan makam waliyullah dan ulama, makam tersebut kini telah dibangun kembali. Pembangunan dilakukan dengan dana urunan atau swadaya warga dan dana pribadi dari Gus Fandi. Dana yang dikeluarkan tidak sedikit, namun tanpa adanya kepedulian, makam ulama ini tidak akan terbangun seperti sekarang.
Gus Affandi Ahmad Fitrah – nama lengkap Gus Fandi – menyampaikan bahwa pembangunan makam Mbah Dirjo kini telah rampung 100 persen. Desainnya dibuat modern tanpa menghilangkan kesederhanaan bentuk sebuah makam ulama.
Gus Fandi berharap kegiatan pembacaan Semaan Al-Qur’an dan Dzikir Ghofilin ini bisa rutin diadakan setiap malam Kamis Pahing, seperti yang pernah dilaksanakan Gus Miek semasa hidupnya.
Pembacaan Dzikir Ghofilin ini sendiri merupakan warisan dari ulama kharismatik asal Ploso, Kediri, KH. Chamim Djazuli (Gus Miek).
“Wirid yang kita laksanakan bisa menghasilkan warid,” ungkap Kyai Muchdhor yang mengaku telah mengamalkan Dzikir Ghofilin lebih dari 25 tahun.
Kegiatan ini tidak hanya dihadiri jamaah MD TNI, tetapi juga para ulama sekitar, di antaranya Gus Yono, Gus Sholikan, Gus Noval, serta beberapa rekan media.
Menurut Gus Sholikan, kebaikan apapun yang kita lakukan jangan sampai putus asa.
“Kebaikan apapun jangan pernah putus asa. Hanya Allah SWT yang menilainya, bukan makhluk atau manusia,” tuturnya.
Acara ditutup dengan pembacaan sholawat dan selesai sekitar pukul 22.00 WIB.
Redaksi: Team
.jpeg)

Posting Komentar