LAMONGAN, Media Edy Macan - Kolam Renang Oro-Oro Ombo, Kecamatan Mantup, Lamongan, Sabtu (5/9/2026), bukan sekadar menjadi arena perlombaan. Di tempat itu, 264 pelajar dari 109 sekolah beradu kecepatan, teknik, dan daya tahan dalam Swimming Competition for Students Bupati Cup V Lamongan 2026.
Kompetisi renang antarpelajar yang dibuka Bupati Lamongan Yuhronur Efendi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkuat pembinaan olahraga prestasi dari jenjang paling dini.
Jumlah peserta tahun ini mencatat kenaikan dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang belum menembus 200 peserta. Mereka datang dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lamongan. Angka itu setidaknya memperlihatkan bahwa renang mulai menemukan ruang yang lebih luas di kalangan pelajar.
Bagi pemerintah daerah, kompetisi semacam ini bukan perkara siapa yang paling cepat menyentuh dinding kolam. Di balik perlombaan, ada proses panjang untuk menemukan talenta yang kelak dapat diproyeksikan menjadi atlet daerah.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menilai keberlanjutan Bupati Cup hingga penyelenggaraan kelima merupakan bagian penting dari ekosistem pembinaan atlet.
“Alhamdulillah, hari ini Bupati Cup yang kelima cabang olahraga renang kembali dilaksanakan. Event seperti ini akan terus kita dorong agar melahirkan atlet-atlet kebanggaan Lamongan,” kata Yuhronur.
Menurut dia, kompetisi harus ditempatkan lebih jauh dari sekadar perebutan podium. Arena pertandingan juga menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar menghadapi tekanan, membangun karakter, mengasah mental kompetitif, sekaligus memahami arti sportivitas.
Peserta dibagi dalam sejumlah kelompok usia, mulai PAUD/TK/RA, SD/MI kelas 1–3, SD/MI kelas 4–6, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.
Beragam nomor dipertandingkan, antara lain 25 dan 50 meter gaya bebas, 25 meter gaya dada, 50 meter kick bebas, 100 meter gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya ganti, hingga 100 meter gaya dada.
Namun, tantangannya tidak berhenti di penyelenggaraan kompetisi. Lamongan membutuhkan sistem pembinaan yang mampu mengubah talenta menjadi prestasi. Kompetisi menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi atlet potensial, tetapi pembinaan berkelanjutan, pelatih, fasilitas, serta kesempatan bertanding akan menentukan sejauh mana bibit-bibit tersebut berkembang.
Capaian cabang olahraga akuatik Lamongan di PORPROV IX Jawa Timur 2025 menjadi salah satu pijakan. Dari ajang tersebut, akuatik Lamongan menyumbangkan satu medali emas. Capaian itu sekaligus menjadi modal untuk menatap kompetisi yang lebih besar, termasuk Porprov Jawa Timur 2027.
Yuhronur berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai catatan medali. Pembinaan harus terus diperluas sehingga muncul atlet-atlet baru yang mampu memperkuat kontingen Lamongan pada berbagai ajang olahraga tingkat provinsi maupun nasional.
“Selamat berlomba, tunjukkan kemampuan terbaik kalian, jaga persaudaraan, dan yang paling utama, junjung selalu sportivitas,” pesan Yuhronur kepada para peserta.
Bupati Cup V pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara hari ini. Lebih penting dari itu, kompetisi tersebut menjadi ruang untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang jauh lebih besar: siapa di antara ratusan pelajar yang sedang berlomba itu yang kelak akan berdiri di podium membawa nama Lamongan.
Redaksi: Team

Posting Komentar