Anggaran Rp514 Juta, Revitalisasi SDN 2 Talunrejo Bluluk Disorot Warga, Diduga Gunakan Material Berkualitas Rendah dan Pekerja dari Luar Daerah

Lamongan Media Edy Macan – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SD Negeri 2 Talunrejo, Dusun Godog, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, menjadi sorotan warga. Jumat (18/9/2026).


Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp514.008.925,00 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 120 hari kerja, dengan pelaksana kegiatan yakni Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Namun, pelaksanaan proyek tersebut dipertanyakan sejumlah warga setempat. Mereka menilai terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut, khususnya terkait material bangunan dan keterlibatan tenaga kerja lokal.

1. Dugaan Material Tidak Sesuai Spesifikasi

Warga menduga material atap galvalum yang digunakan dalam pembangunan memiliki ketebalan yang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam RAB.

Menurut warga, secara kasatmata material tersebut terlihat relatif tipis dan mudah mengalami perubahan bentuk ketika digunakan. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran terkait kekuatan dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan pencocokan material dengan spesifikasi yang tercantum dalam RAB.

2. Tenaga Kerja Disebut Didatangkan dari Luar Daerah

Selain material, warga juga mempertanyakan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan kegiatan yang menggunakan skema swakelola.

Warga menyebut sebagian pekerja yang berada di lokasi didatangkan dari luar daerah, di antaranya disebut berasal dari Gresik dan Sidoarjo.


Hal tersebut menjadi perhatian warga karena mereka berharap pelaksanaan program turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.

“Atap galvalumnya tipis. Takutnya saat pelaksanaan belajar mengajar sedang berlangsung, terjadi angin kencang, terus anak didik jadi korban. Terlebih, tukangnya bukan orang sini, katanya dari Gresik sama Sidoarjo. Kan seharusnya warga lokal yang dilibatkan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Meski demikian, dugaan terkait kualitas material maupun penerapan ketentuan swakelola tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua P2SP SDN 2 Talunrejo dan Kepala Sekolah belum memberikan tanggapan terkait sejumlah pertanyaan yang disampaikan.

Konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan juga masih dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai spesifikasi pekerjaan, mekanisme pelaksanaan swakelola, serta keterlibatan tenaga kerja lokal dalam program tersebut.

Warga berharap Dinas Pendidikan bersama Inspektorat Kabupaten Lamongan dapat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan kegiatan guna memastikan penggunaan material sesuai RAB serta pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Redaksi: Yoyon

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News