Tangerang, Media Edy Macan — Di balik suasana pedesaan yang asri di Kampung Santri RT 02 RW 03, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, terdapat sebuah destinasi wisata religi yang sarat sejarah dan kearifan lokal, yakni Sumur Sentul. Tempat ini dikenal masyarakat sebagai lokasi tapak tilas para ulama Banten pada masa penjajahan Belanda.
Menurut cerita turun-temurun, Sumur Sentul pernah menjadi tempat singgah sekaligus tempat beristirahat para ulama besar seperti Syekh Khaerun, Syekh Mansyur, dan Syekh Barmawi. Mata air alami yang berada di bawah rindangnya pohon beringin itu dipercaya menjadi sumber air yang digunakan para ulama saat berdakwah di wilayah tersebut.
Keberadaan Sumur Sentul semakin dikenal luas setelah diperkenalkan oleh KH Abuya Uci Turtusi dari Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah. Sejak saat itu, lokasi ini rutin dijadikan tempat pengajian dan ziarah bersama para santri serta jamaah. Kini, Sumur Sentul tidak hanya dikunjungi warga Tangerang, tetapi juga peziarah dari luar daerah hingga Malaysia dan Singapura.
Meski memiliki potensi besar sebagai wisata religi, kondisi fasilitas di lokasi masih sangat minim. Akses jalan menuju lokasi yang berjarak sekitar 200 meter dari area utama kerap dikeluhkan pengunjung, terutama saat musim hujan. Area parkir yang terbatas juga menjadi perhatian masyarakat.
Yuli, salah satu warga setempat, berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan kawasan tersebut. Menurutnya, apabila ditata dengan baik tanpa menghilangkan nilai budaya dan keasliannya, Sumur Sentul dapat menjadi aset wisata religi yang mendukung perekonomian warga sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Sementara itu, Suhanta selaku keluarga pengelola menegaskan bahwa masyarakat ingin menjaga kelestarian dan kealamian situs tersebut. Ia berharap jika pemerintah ikut terlibat, fokus utama hanya pada perbaikan akses jalan dan area parkir agar pengunjung lebih nyaman saat datang berziarah.
Hingga kini, pengelolaan Sumur Sentul masih dilakukan secara swadaya oleh warga dan pengurus setempat. Masyarakat berharap keberadaan wisata religi bersejarah ini dapat menjadi perhatian pemerintah agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas.
Redaksi: Ysf
Posting Komentar