BANYUWANGI, Media Edy Macan – Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) yang digagas Ipuk Fiestiandani sejak awal masa jabatannya pada 2021 terus menjadi sarana efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui program ini, Bupati Ipuk rutin berkeliling desa untuk berdialog dengan warga serta para tokoh setempat guna mengetahui kebutuhan riil di lapangan sekaligus merumuskan solusi.
Seperti dalam pelaksanaan Bunga Desa di Kecamatan Purwoharjo yang meliputi Desa Kradenan, Desa Purwoharjo, dan Desa Glagahagung, Ipuk menyempatkan diri bertemu langsung dengan kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat. Dialog yang berlangsung hangat digelar di sebuah warung desa di tengah hutan jati.
Dalam kesempatan tersebut, para kepala desa antusias menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur jalan, kesiapan menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Purwoharjo, Fauzi Amurullah, menanyakan langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino. Sementara itu, Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiarti, memaparkan upaya desanya dalam mendorong kemandirian ekonomi pemuda, khususnya lulusan SMA, melalui program ternak kambing dan pertanian buah naga. Program tersebut bahkan telah membantu meningkatkan taraf hidup warga hingga mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ipuk menegaskan bahwa Bunga Desa menjadi wadah penting untuk memahami persoalan desa secara langsung. “Ada yang bisa langsung kami tindaklanjuti, ada pula yang membutuhkan proses bertahap. Dengan dialog seperti ini, kami juga bisa lebih mudah menjelaskan kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain menyerap aspirasi, kegiatan Bunga Desa juga menghadirkan berbagai layanan publik bagi masyarakat, seperti layanan kesehatan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi. Di Desa Kradenan, kegiatan diawali dengan sarasehan kesehatan mental yang diikuti sekitar 120 peserta dengan menghadirkan psikiater. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga diberikan, melibatkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta spesialis jantung.
“Melalui layanan langsung ini, masyarakat yang membutuhkan penanganan atau rujukan dapat segera tertangani,” jelas Ipuk.
Dalam kunjungannya, Ipuk juga menyambangi seorang warga yang mengalami kelumpuhan akibat jatuh dari pohon. Ia langsung menginstruksikan pihak desa dan puskesmas setempat untuk memberikan pendampingan terapi secara rutin.
Melalui program Bunga Desa, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap pembangunan desa dapat berjalan lebih tepat sasaran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Redaksi: Tim Radar
Posting Komentar