Pemkab Probolinggo Gelar PBJ SAE Award 2026, Perkuat Transparansi dan Integritas Pengadaan Barang/Jasa



PROBOLINGGO, Media Edy Macan – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah menggelar kegiatan PBJ SAE Award 2026 sekaligus Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari kepala perangkat daerah, kepala puskesmas, serta pelaku pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, serta Ahli Pengadaan Barang/Jasa Internasional Rahfan Mokoginta sebagai narasumber.

PBJ SAE Award 2026 menjadi bentuk apresiasi kepada perangkat daerah dan pelaku pengadaan yang dinilai memiliki kinerja, inovasi, dan integritas terbaik dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah selama Tahun Anggaran 2025.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo, Moh. Abdi Utoyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar ajang penghargaan, tetapi juga sarana memperkuat tata kelola pengadaan yang bersih dan transparan.

“Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan pelaku pengadaan yang telah menunjukkan kinerja, inovasi, dan integritas luar biasa dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Selain itu, PBJ SAE Award juga bertujuan memperkuat komitmen terhadap pengadaan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Moh. Abdi Utoyo juga memaparkan capaian tata kelola pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Probolinggo Tahun 2025. Nilai Indeks Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa (ITKP) meningkat dari 76,45 persen menjadi 84,94 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 72 persen.

Selain itu, nilai Monitoring Center for Prevention (MCSP) area PBJ meningkat dari 92,1 persen menjadi 95,8 persen. Sementara Survei Penilaian Integritas (SPI) pada dimensi pengelolaan PBJ naik signifikan dari 74,55 persen menjadi 88,54 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa tata kelola pengadaan di Kabupaten Probolinggo semakin baik, transparan, dan akuntabel. Ke depan, kami berharap seluruh perangkat daerah terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pengadaan barang dan jasa,” terangnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan pentingnya penguatan integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya PBJ SAE Awards Tahun 2026 dan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Kegiatan ini sangat penting guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengadaan barang/jasa pemerintah,” kata Ugas.

Ia menjelaskan, perubahan regulasi PBJ kini menitikberatkan pada penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN), penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta optimalisasi e-katalog termasuk pengadaan barang dan jasa di desa.

Sekda Ugas juga mengingatkan bahwa sektor pengadaan barang dan jasa masih menjadi area rawan korupsi. Berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024–2025, sekitar 25 persen kasus yang ditangani berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.

“Area PBJ merupakan sektor paling rawan korupsi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengadaan barang dan jasa masih menjadi ruang rentan yang dimanfaatkan melalui praktik suap, pengaturan proyek, hingga permufakatan jahat antara penyelenggara negara dan pihak swasta,” tegasnya.

Karena itu, seluruh peserta diminta menjadikan kegiatan sosialisasi tersebut sebagai sarana pembelajaran dan introspeksi dalam membelanjakan anggaran daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pameran produk UMKM Kabupaten Probolinggo sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor UMKM dan optimalisasi penggunaan Produk Dalam Negeri.

Adapun penerima penghargaan PBJ SAE Award 2026 meliputi kategori OPD terbaik, kecamatan terbaik, puskesmas terbaik, bagian terbaik, hingga kategori khusus pencapaian individu yang diberikan kepada Indri Asmono dan Elsandra Nurista Fibrianti. 


Redaksi: Syl 

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News