Gianyar, Media Edy Macan – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Kabupaten Gianyar tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan melalui dialog lintas elemen masyarakat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gianyar bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar menggelar diskusi panel bertema “Merajut Keragaman, Perkuat Persatuan, Menjaga Toleransi, Wujudkan Gianyar Aman.”
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PCNU Gianyar, Jalan Hasanudin Nomor 9, Candibaru, Kamis (21/05/2026), dihadiri tokoh agama, perwakilan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum. Forum tersebut menjadi sarana bertukar gagasan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman yang dimiliki Kabupaten Gianyar.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Setia Utaminingsih, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan yang dipandu Hj. Indah Dimyati Syam. Seluruh peserta kemudian mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Drs. H. Lalu Muhammad Alwi, S.H., M.H., sebagai wujud harapan agar persatuan dan kedamaian bangsa senantiasa terjaga.
Ketua PCNU Kabupaten Gianyar, H. Sukisno Suwandi, S.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat yang beragam suku, budaya, dan agama.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, gotong royong, serta komitmen menjaga kerukunan sebagai modal utama pembangunan daerah dan bangsa.
Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Bali, KH. Syamsul Hadi, S.E., M.Pd., yang hadir mewakili PWNU Bali, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan toleransi sebagai budaya hidup sehari-hari. Ia menilai bahwa keberagaman bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan apabila dikelola dengan baik.
Diskusi panel yang menjadi inti kegiatan dipandu oleh H. Ibnu Athoillah, S.T., M.T. Tiga narasumber hadir memberikan pandangan dan pengalaman dari perspektif masing-masing, yakni Ketua FKUB Kabupaten Gianyar Dr. Ida Bagus Made Viprajana, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gianyar I Komang Alit Adnyana, S.STP., serta Plt. Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar KH. Khoiron, M.Pd.I.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga kondusivitas daerah. Mereka sepakat bahwa moderasi beragama, komunikasi yang baik antarumat beragama, serta keterlibatan aktif masyarakat merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Sesi dialog berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dan pandangan dari peserta memperkaya pembahasan mengenai tantangan dan peluang dalam menjaga kerukunan di era yang semakin dinamis.
Melalui forum ini, PCNU dan FKUB Kabupaten Gianyar ingin menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya dengan memperkuat persaudaraan dan membangun budaya toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Semangat persatuan yang terbangun dalam diskusi tersebut diharapkan menjadi energi positif untuk terus menjaga harmoni sosial serta mendukung terwujudnya Kabupaten Gianyar yang aman, damai, dan sejahtera.


Posting Komentar