Lamongan, Media Edy Macan – Jumat (22/5/2026) siang itu, halaman Makodim 0812/Lamongan terasa berbeda. Tak ada barisan formasi, tak ada perintah lantang. Yang ada hanya aroma soto bersama nasi hangat, tawa renyah, dan obrolan akrab antara prajurit, tukang becak, dan warga sekitar.
Kodim 0812/Lamongan kembali menggelar Jumat Berkah, kegiatan berbagi makan siang gratis yang sudah jadi rutinitas setiap pekan. Kali ini, puluhan tukang becak dan warga dari sekitar Makodim diundang duduk bersama anggota Kodim menikmati makan siang sederhana di bawah pendopo.
Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo terlihat turun langsung. Ia menyapa satu per satu bapak-bapak tukang becak yang sudah menua, menanyakan kabar, hasil narik, hingga canda soal tarif ke pasar. “Bapak-bapak ini pahlawan jalanan. Sehari-harinya ngantar orang, sekarang biar kami yang ngelayani,” ujarnya sambil mengajak makan ke salah satu tukang becak.
Pak Slamet, 62 tahun, salah satu tukang becak langganan mangkal di depan alun-alun, mengaku tak menyangka bisa makan bareng tentara. “Biasanya kami cuma lewat depan Kodim. Hari ini malah diajak masuk, disuguhi nasi, diajak ngobrol. Rasanya dihargai,” katanya sambil tersenyum malu-malu.
Menu yang disajikan memang sederhana: nasi, ayam goreng, sayur, dan es teh. Tapi suasana yang cair membuat semuanya terasa istimewa. Beberapa prajurit muda bahkan membantu mengantar makanan ke bangku-bangku yang diisi bapak-bapak yang sudah renta.
“Jumat Berkah ini bukan soal seberapa banyak yang kami bagi. Tapi tentang membangun kedekatan. TNI lahir dari rakyat, jadi wajar kalau di hari baik ini kami makan bersama rakyat,” jelas Letkol Inf Deni.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto grup. Sebelum pulang, setiap tukang becak mendapat bingkisan kecil berisi beras dan kebutuhan pokok.
Dari halaman Makodim 0812/Lamongan, Jumat Berkah membuktikan satu hal: kebahagiaan itu sederhana. Cukup dengan satu meja, satu suap nasi, dan rasa bahwa kita semua bersaudara.

Posting Komentar