Aksi Kolektif KOPI di Surabaya Gaungkan Isu Lingkungan, Buruh, dan Pendidikan, Lima Tuntutan Disuarakan ke Pemerintah

 

Surabaya, Media Edy Macan – Organisasi Komunitas Pemuda Independent (KOPI) menggelar aksi kolektif dalam rangka memperingati tiga momentum penting, yakni Hari Bumi, Hari Buruh Internasional (May Day), dan Hari Pendidikan Nasional, pada 2 Mei 2026. Dalam aksi tersebut, KOPI menyampaikan pernyataan sikap berisi lima tuntutan yang dinilai mewakili kepentingan rakyat.

Ketua KOPI, Habib Murari, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kesadaran kolektif atas kondisi global dan nasional yang dinilai semakin kompleks dan berpotensi mengganggu keseimbangan kehidupan masyarakat, baik dari aspek sosial, pendidikan, maupun lingkungan.

Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi saat ini tidak terlepas dari tumpang tindih isu ekonomi, sosial, politik, budaya, hingga krisis lingkungan. Bahkan, ia menilai dinamika global kini tidak hanya berorientasi pada konflik bersenjata, tetapi juga menyentuh pada degradasi nilai-nilai kemanusiaan.

“Momentum ini menjadi refleksi bersama untuk menentukan langkah nyata dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Setiap individu diharapkan mampu berkontribusi melalui karya dan aksi nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Habib Murari dalam pernyataan tertulisnya.

Dalam refleksinya, KOPI menyoroti tiga momentum bersejarah tersebut. Pada Hari Bumi, KOPI mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan plastik, penghijauan, dan penghematan energi sebagai upaya menghadapi krisis iklim.

Sementara pada peringatan Hari Buruh, KOPI menegaskan pentingnya pemenuhan hak-hak pekerja, seperti upah layak, jam kerja manusiawi, jaminan keselamatan kerja, serta kebebasan berserikat. Sedangkan pada Hari Pendidikan Nasional, KOPI menekankan pentingnya akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui aksi tersebut, KOPI juga menyerukan agar semangat perjuangan terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar lebih peka terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik.

Adapun lima tuntutan yang disampaikan dalam aksi kolektif tersebut meliputi pelestarian lingkungan dan penghentian eksploitasi alam, pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, penyediaan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi bagi masyarakat kurang mampu, reforma agraria atau tanah untuk rakyat, serta perlindungan terhadap anak perempuan dan kesetaraan gender.

KOPI menegaskan bahwa perjuangan ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Aksi ini juga melibatkan sejumlah organisasi yang tergabung dalam KOPI, di antaranya PESAN (Perserikatan Seni Nasional), ARTIS (Arek Pasar Tradisional), IWR (Ikatan Warga Rusun), Ortu Siswa, BATARA (Barisan Pelajar Nusantara), WANADHARA, MAPALA BAWANA Unisba Blitar, DASAPALA, serta Arek-Arek Nusantara.

Redaksi: Asis
Editor: MNd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News