LAMONGAN, Media Edy Macan – Suasana berbeda tampak di halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan pada Selasa pagi (21/4/2026). Ratusan siswa bersama jajaran guru tampil anggun dan gagah dengan mengenakan pakaian adat Nusantara serta kebaya khas Kartini dalam rangka memperingati Hari Kartini.
Acara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6, serta bapak dan ibu guru. Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini sangat terasa lewat balutan busana tradisional yang mewarnai lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MI Islamiyah Sumurgenuk, H. Abdul Majid, S.Pd., memberikan refleksi mendalam mengenai sosok Kartini sebagai satu-satunya pahlawan wanita yang fokus pada fondasi pendidikan. Beliau menekankan bahwa perjuangan Kartini adalah perjuangan martabat.
"Wanita harus berpendidikan tinggi. Tidak boleh lagi ada pandangan bahwa kodrat wanita hanya terbatas pada urusan *dapur, sumur, dan kasur*. Lebih dari itu, wanita adalah pribadi luhur yang memiliki peran sentral dalam mendidik dan mencetak akhlak serta budi pekerti anak-anaknya," ujar H. Abdul Majid.
Meski perjuangan Kartini sangat besar, H. Abdul Majid juga mengingatkan betapa singkatnya masa hidup sang pahlawan yang wafat di usia 25 tahun. Di hadapan para siswa, beliau mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan doa bersama.
"Kita doakan semoga amal perjuangan beliau menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Semoga Allah SWT mengangkat derajatnya dan menempatkan beliau di surga-Nya. Amin," pungkasnya.
Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal jati diri bangsa. Dengan memakai pakaian ala Kartini, para siswa diharapkan mampu menyerap semangat literasi dan kemandirian yang dulu diperjuangkan oleh Kartini dari balik dinding pingitannya.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan berbagai kegiatan internal kelas yang tetap mengedepankan nilai-nilai kesantunan dan religiusitas khas MI Islamiyah Sumurgenuk.

Posting Komentar