TANGERANG, Media Edy Macan – Pembangunan paving block jalan lingkungan di wilayah Lontar Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, menuai keluhan dari warga. Proyek Tahun Anggaran 2026 yang mulai dikerjakan pada Sabtu (28/02/2026) tersebut dinilai tidak rapi dan tetap dilaksanakan saat kondisi jalan masih tergenang banjir.
Sejumlah warga mempertanyakan pengawasan dari pihak kecamatan terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Mereka menilai pengerjaan terkesan dipaksakan meski kondisi lapangan tidak mendukung.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ditemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya tidak adanya papan informasi proyek yang memuat volume pekerjaan, pelaksana tidak menggunakan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengerjaan dilakukan saat area masih tergenang air.
Warga khawatir kondisi tersebut akan berdampak pada kualitas hasil pekerjaan. Beberapa risiko yang dikhawatirkan antara lain paving mudah goyang dan bergeser, tekstur tanah dasar yang masih lembek, serta potensi kerusakan dini. Selain itu, warga menilai pengerjaan dalam kondisi banjir berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran.
“Lingkungan justru semakin kumuh dan becek akibat proyek yang dikerjakan saat banjir,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Upaya konfirmasi kepada pihak pekerja di lapangan belum membuahkan hasil. Saat ditanya mengenai pelaksana proyek, para pekerja saling melempar informasi. Ada yang menyebut penanggung jawab bernama SML, namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum dapat ditemui maupun dihubungi karena keterbatasan informasi kontak di lokasi.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kualitas serta pengawasan proyek dari pihak terkait. Masyarakat berharap dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi, memberikan teguran atau sanksi apabila ditemukan pelanggaran, serta memastikan pengerjaan dilakukan sesuai standar teknis, termasuk memperhatikan sistem drainase agar tidak merugikan masyarakat di kemudian hari.

Posting Komentar