Pompanisasi Dioptimalkan, Pemkab Lamongan Percepat Penanganan Banjir di Lima Kecamatan

 

Lamongan, 20 Februari 2026. Media Edy Macan — Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengintensifkan upaya penanganan banjir yang masih berdampak di lima kecamatan, yakni Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah optimalisasi pompanisasi guna mempercepat penurunan debit air di wilayah terdampak.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa pompanisasi menjadi langkah paling efektif dalam kondisi saat ini. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Budi Irawan, meninjau lokasi banjir di Dusun Meluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Jumat (20/2).

“Langkah yang bisa kita lakukan saat ini adalah pompanisasi, karena untuk mengurangi dengan cara lain dampaknya kurang efektif,” ujarnya.

Hingga saat ini, ketinggian air masih berselisih sekitar 66 sentimeter sehingga belum dapat mengalir keluar secara optimal. Pemerintah daerah berharap intensitas hujan tidak meningkat agar pengendalian debit air dapat berjalan maksimal.

Banjir di kawasan Bengawan Jero merupakan fenomena tahunan yang sangat dipengaruhi intensitas hujan. Seluruh aliran air dari 15 kecamatan bermuara ke Bengawan Jero sebagai saluran pembuangan utama, dengan pintu air Kuro sebagai titik krusial. Namun, pintu Kuro belum dapat dibuka karena tingginya debit air di Bengawan Solo.

Selain itu, luapan dari Waduk Gondang turut meningkatkan debit air menuju Bengawan Jero. Pendangkalan waduk menyebabkan kapasitas tampung menurun hingga sekitar 65 persen. Upaya pendalaman waduk dan normalisasi sungai terus dilakukan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Sebanyak 15 unit pompa telah beroperasi di lapangan, ditambah dua unit pompa aktif lainnya. Rata-rata pompa beroperasi selama 14 jam per hari dengan kapasitas sekitar 549 liter per detik.

Untuk mendukung percepatan penanganan banjir, Deputi BNPB Budi Irawan menyatakan akan menambah satu unit pompa mobile berkapasitas 500 liter per detik, lima unit perahu, serta tenda guna memperkuat penanganan di lapangan.

“Kami ingin persoalan banjir di Lamongan dapat segera terselesaikan. Yang terpenting adalah penambahan pompa dan kemungkinan penggunaan pompa berkapasitas besar agar genangan cepat teratasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menambahkan bahwa percepatan pembangunan Waduk Karangnongko di Bojonegoro dan Blora menjadi solusi jangka panjang untuk menahan air kiriman dari hulu. Selain itu, normalisasi sungai di kawasan Bengawan Jero dijadwalkan berlangsung tahun ini hingga tahun depan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan juga menyalurkan bantuan logistik berupa 250 kilogram beras. Bantuan tersebut didistribusikan masing-masing 125 kilogram untuk Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, dan 125 kilogram untuk Desa Kuro, Kecamatan Karangbinangun.

Peninjauan diakhiri di UPTD PSDA Kuro, di mana seluruh pompa air diaktifkan guna mempercepat proses pengeluaran air dan mengurangi genangan di wilayah terdampak.

Redaksi: Yoyon
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News