Petani Milenial Situbondo Tancap Gas Menuju Swasembada Padi 2026, Targetkan Produksi 500 Ribu Ton

 

SITUBONDO, Media Edy Macan  – 23 Februari 2026, Komunitas Petani Milenial Situbondo (PAMILO) menyatakan kesiapan penuh mengawal target swasembada padi tahun 2026 dengan capaian produksi 500 ribu ton. Komitmen tersebut disampaikan langsung di hadapan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dalam forum diskusi yang digelar di Pendopo Rakyat Situbondo sepekan lalu.

Dalam paparannya, Ketua PAMILO, Miskiyanto, menegaskan bahwa target swasembada tidak dapat dicapai dengan pendekatan konvensional. Ia menilai diperlukan lompatan strategi melalui intensifikasi lahan, mekanisasi pertanian, serta percepatan regenerasi petani muda.

“Kita butuh lompatan. Produktivitas harus naik, biaya produksi harus ditekan, dan yang paling penting regenerasi harus berjalan. Agriculture Bootcamp kami siapkan untuk mencetak petani muda yang adaptif teknologi dan paham manajemen usaha tani,” ujarnya.

PAMILO memaparkan roadmap percepatan produksi yang berfokus pada pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti transplanter, traktor, hingga combine harvester. Mekanisasi dinilai menjadi kunci untuk menekan kehilangan hasil panen sekaligus mempercepat siklus tanam dan panen.

Selain itu, peningkatan Indeks Pertanaman (IP) serta penguatan manajemen budidaya berbasis data menjadi strategi utama. Dengan pendekatan tersebut, efisiensi biaya produksi diharapkan meningkat tanpa mengorbankan kualitas hasil.

Miskiyanto menegaskan, target 500 ribu ton bukan sekadar ambisi, melainkan realistis jika dijalankan secara kolaboratif dan terukur. “Produktivitas ditingkatkan, biaya produksi ditekan lewat mekanisasi, dan regenerasi petani harus berjalan sistematis,” tegasnya.

Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas petani muda menjadi faktor krusial dalam mewujudkan swasembada.

“Swasembada padi ini bukan sekadar target angka, tetapi komitmen bersama. Pemerintah siap mendukung dengan kebijakan, pendampingan teknis, dan penguatan sarana prasarana. Saya ingin pertanian Situbondo naik kelas dan menarik bagi generasi muda,” katanya.

Ia menambahkan bahwa transformasi pertanian di Situbondo harus mengarah pada sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Sementara itu, salah satu anggota PAMILO, Verys, berharap gerakan petani milenial mampu memberikan dampak nyata terhadap ketahanan pangan sekaligus mengubah pola pikir generasi muda yang selama ini memandang profesi petani sebelah mata.

Forum diskusi tersebut menjadi penanda awal konsolidasi besar menuju swasembada 2026. PAMILO menilai, tanpa percepatan mekanisasi dan regenerasi, target produksi berisiko stagnan. Namun dengan sinergi lintas sektor, swasembada padi diyakini bukan sekadar slogan, melainkan capaian terukur yang digerakkan generasi baru petani.

Redaksi: Team
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News