Bekasi, Media Edy Macan — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Madas Sedarah atas wafatnya Ketua DPC Madas Sedarah Kota Bekasi, Abdul Hamid. Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi seluruh pengurus dan anggota yang selama ini merasakan langsung ketulusan hati, dedikasi, serta pengabdian beliau.
Almarhum Abdul Hamid dikenal bukan sekadar sebagai seorang pemimpin organisasi, melainkan juga sosok orang tua, sahabat, dan tempat bernaung bagi banyak anggota maupun masyarakat. Ketegasan yang dimilikinya selalu dibalut dengan kelembutan, serta setiap langkah perjuangannya dilandasi niat tulus untuk menolong sesama.
Madas Sedarah kehilangan sosok yang sangat berarti pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, pukul 23.00 WIB. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar yang sulit tergantikan, khususnya bagi keluarga besar Madas Sedarah di Kota Bekasi.
Sekretaris Jenderal DPD Jawa Barat Madas Sedarah, Rifa’i Azar, dengan penuh haru menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya almarhum.
“Kami seakan belum percaya beliau telah berpulang. Almarhum adalah ruh perjuangan Madas Sedarah di Kota Bekasi, perekat persaudaraan, serta pelita bagi kami semua. Kehilangan ini terasa sangat berat, namun kami yakin Allah SWT lebih menyayangi beliau,” ujarnya dengan suara bergetar.
Selama masa kepemimpinannya, almarhum Abdul Hamid dikenal tak pernah lelah hadir di tengah anggota, mendengarkan keluh kesah masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kesetiaan, kebersamaan, dan keikhlasan dalam berorganisasi. Jejak kebaikan yang beliau tinggalkan akan terus hidup dan menjadi teladan bagi seluruh anggota Madas Sedarah.
Keluarga besar Madas Sedarah mengajak seluruh anggota dan simpatisan di mana pun berada untuk bersama-sama menundukkan kepala, memanjatkan doa terbaik, agar almarhum dilapangkan kuburnya, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan di sisi Allah SWT.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, Madas Sedarah menyampaikan doa agar diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Duka ini bukan hanya duka keluarga, melainkan duka seluruh keluarga besar Madas Sedarah.
Nama Abdul Hamid akan selalu terpatri dalam sejarah dan hati Madas Sedarah sebagai sosok pejuang yang setia hingga akhir hayat.

Posting Komentar