Lamongan, Media Edy Macan – Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama 33 perusahaan di wilayahnya berhasil meraih 64 penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan penilaian tahun 2025.
Seluruh penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara dalam Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Tahun 2026, yang digelar pada Rabu (14/1/2026) di Stadion Petrokimia Gresik. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Kabupaten Lamongan yang dikenal dengan julukan Kota Soto berhasil meraih empat kategori penghargaan sekaligus, yakni:
-
Pembina K3 Terbaik I kategori Gold tingkat Provinsi Jawa Timur,
-
Zero Accident Award (nihil kecelakaan kerja) yang diraih oleh 31 perusahaan,
-
Penghargaan Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru (P2TB) yang diterima 15 perusahaan,
-
Penghargaan Program Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja yang diraih 18 perusahaan.
Penghargaan K3 yang diterima tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam membudayakan serta memasyarakatkan penerapan K3 di dunia kerja. Implementasi K3 diyakini mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang aman, sehat, dan nyaman, sekaligus menjamin hak-hak tenaga kerja.
“Penghargaan ini akan kami jadikan acuan untuk terus meningkatkan penerapan K3 di dunia kerja, sehingga terpenuhi unsur kesehatan, keamanan, dan keselamatan kerja. Target kami adalah menekan angka kecelakaan kerja seminimal mungkin,” ujar Wakil Bupati Lamongan yang akrab disapa Mas Dirham saat mewakili Bupati Lamongan menerima penghargaan.
Mas Dirham menegaskan bahwa pemeliharaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) harus berjalan seiring dengan komitmen menciptakan tenaga kerja yang berkualitas, karena SDM merupakan investasi paling penting dalam dunia kerja.
“Lamongan berkomitmen menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing, sekaligus melakukan maintenance terhadap seluruh SDM. Dengan SDM yang unggul, keberlanjutan dunia kerja dapat terwujud,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang bertindak sebagai pimpinan apel menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 bukan sekadar kegiatan seremonial atau administratif, melainkan kebutuhan esensial dan investasi jangka panjang bagi organisasi dan dunia usaha.
“K3 harus menjadi budaya kerja yang hidup. Selain melindungi pekerja dan perusahaan, program K3 juga berkontribusi terhadap pembangunan nasional dan regional,” ujarnya dalam apel yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Zamroni menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan keberhasilan Kabupaten Lamongan dalam membina perusahaan-perusahaan agar konsisten menerapkan budaya K3, mulai dari nihil kecelakaan kerja, pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja, hingga pemenuhan 166 indikator Sistem Manajemen K3 sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 yang telah diaudit oleh Badan Audit Kementerian Ketenagakerjaan.
“Sebanyak 33 perusahaan dari Lamongan berhasil lolos seluruh tahapan penilaian administrasi dan teknis selama tahun 2025. Di antaranya RSUD dr. Soegiri, Permata Hati, PT Bumi Menara Internusa, PT Eastern Logistic, dan perusahaan lainnya,” terang Zamroni.

Posting Komentar