Situbondo, 02 Desember 2025. Media Edy Macan — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan kembali menggencarkan upaya peningkatan budaya keselamatan dan keamanan pelayaran melalui kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran di wilayah pesisir Besuki, Situbondo. Program ini merupakan bagian dari agenda resmi Kementerian Perhubungan yang rutin dilaksanakan di seluruh wilayah kerja KSOP, mulai dari Jangkar, Kalbut, Panarukan, hingga Besuki.
Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat yang bekerja di laut memahami pentingnya keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kesadaran penggunaan alat keselamatan masih perlu terus ditingkatkan, terutama di kalangan nelayan dan pelaut tradisional.
“Program kampanye keselamatan dan keamanan pelayaran ini adalah kegiatan khusus dari Kementerian Perhubungan. Kami selenggarakan di hampir seluruh wilayah kerja kami. Tujuannya agar masyarakat yang bekerja di laut terbiasa menggunakan alat keselamatan demi melindungi keselamatan jiwa masing-masing,” ujar Herland dalam sambutannya.
Pada kegiatan di Besuki, KSOP Panarukan menargetkan 25 peserta yang terdiri dari nelayan dan pemilik kapal. Dalam kesempatan tersebut, KSOP membagikan 25 unit life jacket sebagai upaya memperkuat ketersediaan alat keselamatan di kapal-kapal kecil yang selama ini dinilai masih minim perlengkapan keselamatan.
Selain itu, pihak KSOP juga menyerahkan 35 dokumen Pas Kecil, yaitu surat tanda kebangsaan kapal yang menjadi identitas resmi bagi kapal berbendera Indonesia. Herland menjelaskan bahwa Pas Kecil merupakan dokumen penting karena menjadi bukti legalitas dan status kepemilikan kapal yang terdaftar di Kementerian Perhubungan.
“Pas Kecil adalah tanda kebangsaan kapal. Artinya kapal tersebut telah terdaftar secara sah sebagai kapal berbendera Indonesia. Selain sebagai tanda kepemilikan, Pas Kecil juga terintegrasi dalam sistem registrasi Kemenhub,” jelas Herland.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari instansi perikanan, kepemilikan Pas Kecil juga dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh rekomendasi subsidi BBM bagi nelayan.
Kegiatan kampanye keselamatan di Besuki turut dihadiri sejumlah unsur maritim dan aparat keamanan. Hadir Komandan Posal Panarukan, Letda Laut (PM) Didin Hapidin, yang mewakili jajaran TNI AL dalam mendukung peningkatan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Situbondo.
Kehadiran Kasat Polairud Polres Situbondo beserta jajaran juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong keselamatan maritim bagi masyarakat pesisir. Kolaborasi TNI AL, Polairud, dan KSOP dinilai penting dalam aspek pembinaan, pengawasan, dan penegakan aturan keselamatan serta kelengkapan administrasi kapal.
KSOP Panarukan menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat yang beraktivitas di laut. Dengan meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi di sektor kelautan Situbondo, edukasi keselamatan berkelanjutan menjadi kunci untuk meminimalkan potensi kecelakaan.
Melalui kampanye ini, diharapkan meningkatnya pemahaman nelayan terkait penggunaan life jacket, pemeriksaan kondisi kapal secara berkala, serta pentingnya kelengkapan dokumen resmi seperti Pas Kecil.
KSOP Panarukan berkomitmen terus menghadirkan program edukatif serupa di berbagai wilayah pesisir untuk menciptakan lingkungan maritim yang lebih aman, tertib, dan berstandar.

Posting Komentar