Situbondo, Media Edy Macan – Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, RSUD Besuki menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Operasi Katarak pada Sabtu, 15 November 2025. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus mempercepat penanganan kasus katarak yang banyak diderita masyarakat di wilayah Barat Kabupaten Situbondo.
Kegiatan baksos ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Situbondo, Husna Laili, S.E., CFP., sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan.
Kepala RSUD Besuki, dr. Imam Haryono, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial dalam rangka HKN, tetapi benar-benar dirancang untuk mempercepat penuntasan kasus katarak.
“Acara baksos katarak pada hari ini kita gelar yang pertama dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional yang bertepatan di bulan November ini. Yang kedua, sebagai percepatan penyembuhan pasien katarak yang ada di wilayah Barat khususnya dan Situbondo umumnya,” ujarnya.
Wilayah Barat dipilih sebagai fokus utama karena berdasarkan laporan delapan puskesmas, angka penderita katarak di wilayah tersebut tercatat paling tinggi dibandingkan wilayah lain di Situbondo.
“Kita fokuskan kegiatan ini ke wilayah Barat karena angka penderita katarak tertinggi tercatat di delapan puskesmas. Ini adalah salah satu upaya kami untuk mempercepat penuntasan program katarak yang sudah menjadi prioritas pemerintah, termasuk arahan Presiden,” lanjutnya.
Antusiasme masyarakat begitu tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 200 orang. Namun setelah dilakukan screening medis, hanya 65 pasien yang dinyatakan layak menjalani operasi.
“Screening itu sangat penting. Kami harus memastikan pasien benar-benar siap dan memenuhi syarat medis untuk dioperasi. Dari 200 pendaftar, 65 di antaranya memenuhi kriteria,” jelas dr. Imam.
Dalam pelaksanaannya, RSUD Besuki menggunakan teknik operasi modern dengan luka minimal menggunakan alat fakoemulsifikasi, yang dikenal aman dan memberikan hasil optimal bagi pasien.
dr. Imam juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi-misi Bupati Situbondo dalam memberikan layanan kesehatan yang tuntas dan mudah diakses seluruh masyarakat.
“Ini sinergi dengan visi misi Bupati, memberikan pelayanan kesehatan secara tuntas dan tanpa batas. Karena itu, peserta kami fokuskan bagi masyarakat ber-KTP Situbondo,” tambahnya.
Untuk memperkuat identitas program, RSUD Besuki memperkenalkan nama baru bagi kegiatannya, yaitu “Baksos Katarak Patenang”, dengan filosofi Pandangan terang, nikmat menjelang.
“Dengan pandangan yang terang kembali, insyaAllah nikmat-nikmat Allah akan datang menjelang. Ini bentuk rasa syukur kita,” tutur dr. Imam.
Ke depan, RSUD Besuki akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo dan para programmer Indra di puskesmas wilayah Barat untuk menentukan jadwal dan sasaran prioritas berikutnya.
Redaksi: Mukit
Editor: Mnd

Posting Komentar