Menjaga Kualitas Uang Rakyat, IWO-I Tangerang Minta Evaluasi Menyeluruh Pembangunan Jalan Kuta Bumi

TANGERANG Media Edy Macan— Pembangunan peningkatan jalan melalui program betonisasi di wilayah RW 17, Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, kini tengah berada di bawah sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan oleh PT. Pandawa Sembilan Berkah dengan nilai kontrak sebesar Rp188.260.000 ini menuai tanda tanya besar dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kabupaten Tangerang, Sopiyan, pada Selasa (07/09/2026).

Sorotan tersebut bermula dari adanya dugaan pengurangan volume pekerjaan, khususnya pada aspek ketebalan beton yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang dipersyaratkan.

Berdasarkan pemantauan dan pengukuran langsung di lokasi dengan metode penarikan benang, ditemukan fakta bahwa ketebalan fisik jalan beton bervariasi di bawah standar 20 sentimeter. Angka pengukuran di lapangan menunjukkan hasil yang memprihatinkan, yakni berkisar antara 18 cm, 16 cm, 15 cm, bahkan ada yang hanya mencapai 13 cm, sementara papan bagisting yang terpasang berukuran 20 cm.

Kondisi ini sontak memantik asumsi publik mengenai adanya potensi kelalaian hingga dugaan kesengajaan demi meraup keuntungan sepihak. Padahal, ketebalan dan mutu beton merupakan variabel mutlak yang menentukan daya tahan serta umur layanan (service life) sebuah infrastruktur jalan.

Menyikapi temuan ini, Sopiyan meminta agar pihak pelaksana maupun instansi terkait tidak memandang persoalan ini sebelah mata. Mengingat dana yang digunakan bersumber dari keuangan negara (uang rakyat), maka setiap rupiah yang dibelanjakan wajib dipertanggungjawabkan melalui kualitas pekerjaan yang optimal.

"Kami tidak sedang mencari-cari kesalahan. Kami hanya ingin memastikan uang rakyat benar-benar digunakan untuk menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat," tegas Sopiyan.

Untuk mendudukkan persoalan secara objektif, IWO-I Kabupaten Tangerang mendesak dilakukannya pemeriksaan teknis secara resmi dan transparan. Langkah ini dinilai krusial agar dugaan penyimpangan tidak berhenti sebagai asumsi semata, melainkan dapat diuji berdasarkan spesifikasi kontrak yang sah.

Infrastruktur jalan adalah fasilitas publik yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, kualitas pengerjaan tidak sepatutnya dikompromikan hanya demi mengejar target penyelesaian proyek.

Kini, publik di Kabupaten Tangerang, khususnya warga RW 17 Kuta Bumi, menanti langkah proaktif serta keterbukaan dari pihak kontraktor pelaksana dan dinas berwenang. Apakah proyek ini benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, atau justru ditemukan ketidaksesuaian yang memerlukan langkah korektif tegas sesuai koridor hukum yang berlaku?

Redaksi:Team

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News