Gus Irul Resmi Pimpin K-Sarbumusi NU Lamongan, Usung Tiga Pilar Perjuangan Buruh

 

LAMONGAN Media Edy Macan— Kepemimpinan Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) NU Kabupaten Lamongan resmi berganti. Sosok muda yang akrab disapa Gus Irul resmi dinobatkan sebagai Ketua DPC K-Sarbumusi NU Lamongan untuk masa khidmat 2026-2031.

Kepastian tersebut ditandai dengan digelarnya prosesi pelantikan dan pengukuhan pengurus baru yang berlangsung khidmat pada Jumat (26/9/2026).

Dalam pidato perdananya, Gus Irul menegaskan komitmen kuat untuk mengembalikan Sarbumusi sebagai rumah besar pekerja yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah. Menurutnya, perjuangan serikat buruh tidak boleh sekadar berorientasi pada nominal upah, melainkan pada esensi kemanusiaan dan perlindungan hak-hak dasar pekerja.

"Kami tidak hanya bicara soal upah, tapi soal martabat buruh. Sarbumusi harus hadir sebagai rumah besar yang aman dan nyaman bagi seluruh pekerja," tegas Gus Irul.

Guna mewujudkan visi tersebut, Gus Irul membeberkan tiga pilar strategis yang akan menjadi fokus utama kepengurusannya dalam lima tahun ke depan:

1. Pilar Advokasi dan Perlindungan Hukum: Memperkuat peran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sarbumusi guna memberikan pendampingan optimal bagi buruh yang menghadapi persoalan industrial, seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak maupun pembayaran upah di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Penegakan hukum perburuhan akan dijalankan secara tegas tanpa tebang pilih.

2. Pilar Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi: Mendorong program pelatihan vokasi, memperkuat eksistensi koperasi buruh, serta memastikan seluruh pekerja di Lamongan terlindungi program jaminan sosial (BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan). Selain itu, Sarbumusi berkomitmen mengawal kebijakan UMK yang layak dan berkeadilan.

3. Pilar Penguatan Nilai Ke-NU-an dan Soliditas Kader: Menjadikan Sarbumusi sebagai Badan Otonom (Banom) NU yang militan, senantiasa menjaga sinergi dengan para kiai dan ulama, serta menggalakkan kaderisasi masif hingga level pabrik dan basis akar rumput di desa.

"Sejarah mencatat Sarbumusi lahir pada tahun 1955 atas restu para kiai. Maka, perjuangan material demi kesejahteraan buruh ini harus selalu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan," tambahnya.

Pelantikan pengurus baru ini diharapkan mampu mengenergisasi kembali gerakan buruh berbasis Nahdlatul Ulama di Kabupaten Lamongan, yang kini bertransformasi menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan sektor industri yang masif.

Dengan basis anggota yang mencakup sektor formal maupun informal, K-Sarbumusi NU Lamongan ditargetkan menjadi garda terdepan dalam menciptakan ekosistem hubungan industrial yang sejuk, harmonis, berkeadilan, dan bermartabat.

Redaksi:AHW

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News