Kepala Desa Suruh Sidoarjo Suwono Buktikan Kepemimpinan Merakyat, Lebih Sering Turun ke Sawah dan Warung Kopi daripada Duduk di Kantor Demi Mendengar Keluhan Warga

 

SidoarjoMedia Edy Macan  – Di tengah gaya kepemimpinan yang identik dengan rapat, seragam, dan SOP, ada sosok yang memilih jalan berbeda. Namanya *Suwono*, Kepala Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

Prinsipnya sederhana: *"Sedikit bicara, banyak kerja. Yang penting hasil."*

Sejak terpilih memimpin Desa Suruh, perubahan itu terasa. Bukan dari spanduk, tapi dari sawah yang airnya lancar, jalan gang yang sudah diaspal, dan warga yang berani mampir ke "kantor".

1. Turun Langsung, Bukan Perintah Dari Meja

Pak Suwono bukan tipe lurah yang menunggu laporan masuk. 

"Kalau nunggu laporan, masalahnya sudah jadi gunung," ujarnya.

Hampir setiap hari beliau terlihat keliling sendiri mulai Pagi apel di Kantor lanjut cek ke warga2 nya dan Siang mampir ke BUMDES desa Suruh yg di bangun dengan dana Pribadi sambil ngobrol di warung2 warga sekitar utk menghidupkan perekonomian warga. Malamnya yg biasa nongkrong di warung kopi dan sampai dini hari biasanya turun ke sawah sendirian.

Tidak pakai rombongan. Tidak pakai seragam dinas. Hanya kaos, celana bahan, dan buku catatan kecil. 

"Tangan ringan" itu bukan sekadar kata. Gotong royong bersihkan selokan, beliau ikut angkat,manen Padi Sendiri, motong Kayu, benerin sesuatu yg penting bermanfaan utk warganya. Ada juga warga sakit, beliau yang antar ke puskesmas.

2. Warung Kopi & Pematang Sawah: Kantor Lapangannya

Yang membuat beliau beda: tempat diskusi.

Kalau lurah lain diskusi di balai desa dengan meja dan kursi, Pak Suwono bisa diskusi di atas pematang sawah sambil lihat debit air. Bisa juga di warung kopi sambil ngopi dan dengar keluhan warga langsung

"Justru di situ warga jujur. Kalau di kantor, sungkan. Kalau di warung, ngobrolnya ngalir," katanya.

Dari obrolan santai itulah lahir program. Masalah pompa air rusak langsung ditangani. Kelompok tani dapat bantuan. Jalan rusak di upayakan diusulkan ke kabupaten.

3. Bukti Kerja: Desa Suruh Lebih Baik

Sejak dipimpin Suwono, Desa Suruh mengalami banyak perubahan:

1.  Infrastruktur: Perbaikan saluran irigasi dan jalan lingkungan lebih cepat karena beliau langsung lihat ke lapangan.

2.  Ekonomi: UMKM desa lebih hidup karena beliau sering "nongkrong" dan mempromosikan produk warga.

3.  Kedekatan* Jarak antara pemerintah desa dan warga jadi tipis. Tidak ada sekat.

Warga menyebutnya lurah yang "dingin di kantor, tapi panas di lapangan."

4. Filosofi Kepemimpinan

"Jabatan itu amanah. Jadi jangan tunggu diundang baru kerja. Kita yang harus cari masalahnya," kata Suwono.

Bagi beliau, formalitas penting, tapi tidak boleh jadi penghalang. SOP dipakai, tapi hati dan kaki harus tetap turun ke bawah.

Di Desa Suruh, membuktikan bahwa memimpin tidak harus selalu dengan pidato. Kadang cukup dengan secangkir kopi, obrolan di pematang, dan tangan yang mau ikut kerja.

"Sedikit bekerja, tapi mengutamakan kerja."

Dan hasilnya, warga Desa Suruh yang merasakan.

Redaksi: Team

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News