GRESIK Media Edy Macan— Semangat persaudaraan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-18 Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik. Ratusan warga PSHT dari berbagai rayon berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan untuk merefleksikan perjalanan organisasi sekaligus memperkuat penghormatan terhadap adat dan budaya.
Acara yang dipimpin oleh Ketua PSHT Ranting Duduk Sampeyan, Mas Ramlan, beserta jajaran pengurus ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut dijadikan ruang strategis untuk merajut solidaritas antarrayon dan meneguhkan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Di tengah arus modernisasi, keberadaan adat istiadat dinilai krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai seperti saling menghormati, unggah-ungguh, gotong royong, dan kebersamaan menjadi pilar utama yang terus dirawat oleh keluarga besar PSHT Duduk Sampeyan.
Kehadiran ratusan warga dari berbagai latar belakang dalam satu ikatan persaudaraan membuktikan bahwa perguruan pencak silat memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi ajaran organisasi, rangkaian Harlah ke-18 ini diisi dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim. Kegiatan ini dimaknai sebagai sarana menanamkan nilai kemanusiaan agar kepedulian terhadap sesama senantiasa tumbuh di hati setiap anggota, khususnya generasi muda.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota PASSER Wong Bodho DPAC Kecamatan Duduk Sampeyan, Fakri Hilmi, yang memberikan dukungan penuh terhadap sinergi kebersamaan dan kegiatan sosial yang diinisiasi oleh PSHT.
Memasuki usia ke-18 tahun, PSHT Ranting Duduk Sampeyan diharapkan semakin matang dalam memperkuat persatuan dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat luas. Kekuatan sebuah organisasi sejatinya tidak hanya diukur dari kuantitas anggotanya, melainkan dari seberapa besar nilai persaudaraan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata.
Melalui perayaan ini, pesan utama mengenai pentingnya menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan merawat gotong royong diharapkan terus hidup dan menjadi kekuatan sosial bagi terciptanya masyarakat Gresik yang rukun dan berbudaya.
"Dari persaudaraan lahir kebersamaan, dari kebersamaan tumbuh kepedulian, dan dari kepedulian budaya gotong royong akan terus hidup di tengah masyarakat."
Redaksi:Team


Posting Komentar