Dari Ruang KPH Blitar Menuju Jalan Lintas Selatan: Menanam Pohon, Merajut Masa Depan Koridor Selatan

 

BLITAR, 31 Agustus 2026 Media Edy Macan— Perubahan besar tidak selalu bermula dari ruang sidang di Jakarta. Terkadang, ia lahir dari meja-meja diskusi sederhana di tingkat kesatuan pemangkuan hutan.

Bertempat di Kantor KPH Blitar, Ketua Umum DMN Formasy Praja Nusantara (FPN), Dodik Purwoko, SP, didampingi Humas DMN FPN, Edy Suyanto, SP, disambut langsung oleh Administratur (Adm) KPH Blitar, Beny Mukti, beserta Wakil Adm KPH Blitar, Hermawan.

Pertemuan tersebut mengusung agenda strategis: ketersediaan lahan tebu serta mekanismenya, sebagai bentuk nyata dukungan FPN terhadap program ketahanan nasional.

Di tengah jalannya diskusi, hadir Dewanto, Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perum Perhutani Divre Jawa Timur, yang tengah melakukan kunjungan kerja untuk pembinaan karyawan dan pimpinan KPH Blitar.

Meski berstatus sebagai pejabat baru yang tengah berbenah, Dewanto langsung menyambut substansi diskusi. Ia memberikan apresiasi penuh kepada FPN atas inisiatif dan dukungan mereka terhadap Koridor Selatan 2045, sebuah gagasan besar yang diinisiasi oleh Asep Kusdinar, Kepala Bakorwil III Malang.

Sorotan utama dalam pertemuan itu adalah rencana aksi penanaman pohon di sepanjang bahu kanan-kiri Jalan Lintas Selatan (JLS), membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi—mengingat sebagian besar jalur strategis tersebut berada di dalam kawasan hutan yang dikelola oleh Perhutani.

"Kami siap," tegas Dewanto. "Silakan berkoordinasi langsung dengan Adm/KKPH. Setiap ajuan kerja sama akan kami proses dan tindak lanjuti, sepanjang sesuai dengan aturan hukum dan tahapan peraturan direksi."

Dodik Purwoko menyambut baik komitmen tersebut. Pertemuan yang ringkas namun substansial ini dinilai efektif karena langsung mempertemukan para pemangku kebijakan.

Bagi FPN, program penanaman pohon ini bukan sekadar aktivitas seremonial penghijauan lingkungan, melainkan instrumen strategis yang bermuara pada empat tujuan besar:

  • Ketahanan Pangan
  • Energi Terbarukan
  • Optimalisasi Nilai Ekonomi Karbon
  • Mitigasi Perubahan Iklim

Keempat pilar ini diharapkan mampu menumbuhkan sentra-sentra perekonomian baru di wilayah selatan Jawa Timur, sekaligus mendongkrak daya saing daerah melalui hilirisasi industri.

Menjelang akhir pertemuan, Dodik menyampaikan apresiasi dan penghormatan khusus kepada Beny Mukti, yang telah mendedikasikan waktu selama 29 tahun 7 bulan untuk menjaga kelestarian hutan di bawah panji Perhutani. "Semoga menjadi amal kebajikan yang mengiringi langkah selanjutnya. Aamiin," ungkapnya.

Diskusi di KPH Blitar memang tidak panjang, namun ia berhasil meletakkan fondasi yang kokoh. Sebab, membangun kawasan selatan Jawa Timur ibarat menanam sebatang pohon: harus dimulai hari ini, dirawat secara konsisten, dan hasilnya baru akan dipetik satu hingga dua dekade mendatang.

Koridor Selatan 2045 tidak lagi membutuhkan wacana baru. Ia butuh lahan yang dibuka dan pohon yang ditanam. Titik.

Redaksi:Iwan

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News