LAMONGAN Media Edy Macan — Polemik terkait pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. BUMDes Kaffa Gemilang Desa Plaosan mempertanyakan belum adanya kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Babat, meskipun BUMDes tersebut mengaku telah terdaftar di Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai distributor kebutuhan bahan baku MBG.
Direktur BUMDes Kaffa Gemilang, Iwan Mardianto, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, keterlibatan BUMDes dalam rantai pasok MBG seharusnya dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan potensi ekonomi desa.
“Perpres Nomor 115 Tahun 2025 dengan tegas menyatakan bahwa SPPG harus bersinergi dengan BUMDes setempat. BUMDes Kaffa Gemilang sudah terdaftar secara resmi di BGN sebagai distributor kebutuhan bahan baku MBG,” ujar Iwan.
Ia juga menyebutkan bahwa dari sejumlah BUMDes di Kabupaten Lamongan, hanya lima yang telah terdaftar sebagai distributor kebutuhan bahan baku MBG, termasuk BUMDes Kaffa Gemilang.
Namun, pihak pelaksana SPPG memberikan penjelasan berbeda. Asisten Lapangan (Aslap) Yusuf mengatakan bahwa proses pembelian bahan baku merupakan tanggung jawab mitra.
“Terkait belanja itu sepenuhnya tanggung jawab mitra,” ungkap Yusuf.
Mitra SPPG, Tantri, juga menjelaskan bahwa pihaknya selama ini telah bekerja sama dengan sejumlah pelaku usaha lokal. Menurutnya, kebutuhan operasional SPPG telah diupayakan dengan mengakomodasi UMKM yang berada di wilayah sekitar.
Sementara itu, Kepala SPPG 1 Babat, Tiara, mengaku belum menerima proposal resmi mengenai pengajuan kerja sama dari BUMDes Kaffa Gemilang.
“Kami tidak pernah menerima proposal pengajuan kerja sama antara BUMDes Kaffa Gemilang dengan SPPG,” kata Tiara.
Perbedaan keterangan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pola komunikasi dan mekanisme koordinasi antara BUMDes, pihak mitra, dan SPPG dalam pelaksanaan program MBG.
Di satu sisi, BUMDes menyatakan siap menjadi bagian dari penyediaan bahan baku. Di sisi lain, pihak SPPG menyebut belum menerima pengajuan kerja sama secara resmi, sementara mitra mengaku telah menggandeng pelaku usaha lokal lainnya.
Kondisi tersebut diharapkan dapat segera diklarifikasi oleh pihak-pihak terkait agar pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Babat tetap berjalan transparan serta memberikan ruang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Red: Ibnu
Posting Komentar