REMBANG, Media Edy Macan – Sebuah cahaya prestasi kembali terpancar dari bumi Sarang. Nabila Nur’Aini, siswi kelas 8D SMP Negeri 1 Sarang, berhasil mengukir nama sebagai Runner-up cabang olahraga pencak silat dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Rembang tahun 2026.
Bertempat di aula Balairung SMP Negeri 2 Rembang, Selasa (12/5/2026), Nabila tampil memukau dengan torehan skor 243 di hadapan dewan juri. Dalam durasi 1 menit 20 detik yang tersedia, ia menjelma menjadi pusaka yang hidup—setiap gerakannya lahir dari perpaduan antara ketekunan latihan, ketenangan batin, serta doa yang mengiring setiap langkah.
Putri dari Bapak Nur Hadi dan Ibu Thohirotun Ni’mah ini tidak sekadar tampil, ia hadir untuk membuktikan bahwa kerja keras akan berbuah manis pada waktunya. Dengan keluwesan teknik yang matang, konsentrasi setajam ujung pedang, serta semangat juang yang tak pernah surut, Nabila sukses menempatkan namanya di jajaran terbaik se-Kabupaten Rembang.
Di balik gemilangnya sang juara, ada figur pilar yang tak pernah lelah mengasah. Rochmat Triyanto, Mirna Zulfa Ningsih, serta guru pencak silat Ahmad Lazim dengan penuh kesabaran membimbing, menguatkan mental, dan menyalakan api percaya diri di dada para siswa. Latihan rutin bukan sekadar rutinitas, melainkan pembentukan karakter.
“Kunci itu ada di kepala dan hati sendiri. Gugup adalah tamu biasa, tapi jangan beri dia kursi. Saya selalu berpesan: tenang, percaya diri, disiplin, dan fokus pada satu tujuan—memberi yang terbaik,” ujar Rochmat Triyanto dengan nada bijak.
Nabila sendiri menyampaikan rasa syukur yang dalam dengan tutur penuh kesederhanaan.
“Saya tidak pernah membayangkan sampai di titik ini. Tapi Alhamdulillah, setiap tetes keringat latihan, setiap doa orang tua yang tak putus, semuanya terbayar sudah. Untuk teman-teman, jangan takut untuk mencoba. Teruslah berlatih, karena keajaiban itu bernama konsistensi,” tuturnya.
Kepala SMP Negeri 1 Sarang, Sudrajad, saat dihubungi, turut menyampaikan apresiasi yang mendalam. Suaranya hangat penuh kebanggaan.
“Alhamdulillah, ini adalah buah dari lingkungan yang mendukung dan hati yang berani bermimpi. Semoga raihan ini bukanlah puncak, melainkan tangga pertama menuju langit prestasi yang lebih gemilang. Terima kasih, Ananda Nabila, kau telah membawa harum nama sekolah di hati kami semua,” pungkasnya.

Posting Komentar