GRESIK Media Edy Macan– Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, berubah menjadi lautan manusia pada Jumat, 08 Mei 2026. Ribuan jamaah dari berbagai daerah datang memadati lokasi Haul Buyut Jaluddin, sebuah tradisi tahunan yang tidak hanya menjadi ajang kirim doa bagi leluhur, tetapi juga simbol penguat tali silaturahmi dan spiritualitas masyarakat setempat.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh deretan ulama kharismatik nusantara, di antaranya KH. Agus Sabuth Panotoprojo, KH. Agus Ferry Khusnul Ma'ab, KH. Marzuki Mustamar, dan KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq). Dalam tausiyahnya, para kiai menekankan pentingnya menjaga ukhuwah (persaudaraan), mempertebal ketakwaan, serta merawat warisan sejarah para pendahulu sebagai fondasi membangun peradaban yang berkah.
Dr. Munir, selaku penyelenggara acara, menyampaikan apresiasi mendalam atas suksesnya gelaran besar ini. Beliau menegaskan bahwa kelancaran acara merupakan buah dari kolaborasi semua lini.
"Kami berterima kasih kepada para masyayikh yang telah hadir membawa cahaya ilmu, serta kepada seluruh masyarakat yang menjaga ketertiban. Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada unsur keamanan yang telah bekerja dengan dedikasi luar biasa. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua," ungkap Dr. Munir.
Sisi menarik dalam Haul kali ini adalah koordinasi pengamanan yang sangat solid dan profesional. Empat elemen besar bersatu padu memastikan kenyamanan para jamaah dan tamu VVIP, yakni:
MANTRA (Madura Nusantara) di bawah pimpinan Kang Munawar.
Laskar Sabilillah.
Banser.
Passer Wong Bodho.
Ketegasan sikap ditunjukkan oleh Kang Munawar, pimpinan MANTRA Madura Nusantara. Di hadapan jamaah, ia menyatakan komitmen tanpa kompromi untuk menjaga marwah para kiai.
"MANTRA Madura Nusantara bertekad akan selalu berdiri di garda terdepan untuk mengawal, menjaga, dan melindungi para kiai dan ulama di seluruh Nusantara. Menjunjung tinggi kehormatan ulama adalah harga mati bagi kami," tegas Kang Munawar yang disambut riuh apresiasi dari hadirin.
Berkat persiapan yang matang dan sinergi antar-organisasi, seluruh rangkaian Haul Buyut Jaluddin berakhir dengan tertib dan damai. Kegiatan ini kembali membuktikan bahwa di tengah arus zaman, masyarakat Gresik tetap memegang teguh prinsip hormat kepada ulama dan cinta kepada tanah kelahiran, menjadikan Desa Pengalangan sebagai potret kerukunan yang kokoh.
Redaksi:Team
Editor:Agl


Posting Komentar