UPTD PSDA Babat Gandeng Forkopimcam dan Petani, Bahas Strategi Irigasi dan Kesiapan Musim Tanam di Tengah Ancaman Kemarau

 

Lamongan, Media Edy Macan – Memasuki Musim Tanam II sekaligus periode Musim Kemarau I, UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi guna menyerap aspirasi para petani, Kamis (9/4/2026).

Kepala UPTD PSDA Babat, Taufik, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan langkah konkret dalam membantu petani mempersiapkan musim tanam sekaligus menghadapi tantangan musim kemarau.

“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi untuk menyerap aspirasi petani sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam merealisasikan kebutuhan mereka. Harapannya, petani di Kecamatan Babat dan wilayah lain di Lamongan tetap mampu menjadi penopang sektor ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Rapat yang digelar di Gedung Pertemuan HIPPA-GHIPPA UPTD PSDA Kecamatan Babat ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perwakilan PU SDA Provinsi Jawa Timur, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, serta para petani setempat.

Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang baik, baik antarpetani maupun antara petani dengan pemerintah desa, agar setiap aspirasi dan permasalahan dapat tersampaikan serta ditindaklanjuti secara optimal.

Camat Babat, Noman Kresna, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya legalitas organisasi petani.

“Petani yang tergabung dalam organisasi seperti kelompok tani (Poktan), HIPPA, GHIPPA, maupun organisasi lainnya harus memiliki legalitas yang jelas, sehingga memudahkan pemerintah dalam menyerap dan menindaklanjuti aspirasi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Kabupaten Lamongan merupakan salah satu penghasil beras terbesar di Jawa Timur, yang tidak terlepas dari ketekunan dan keuletan para petani.

“Jika terdapat permasalahan di lapangan, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa menimbulkan konflik. Hal ini sejalan dengan visi Bupati Lamongan dalam mewujudkan Lamongan yang berjaya dan berkelanjutan di berbagai sektor,” tambahnya.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian aspirasi dari para petani serta diskusi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi. Kegiatan ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan doa bersama.

Redaksi: Yoyon
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News