SURABAYA Media Edy Macan– Ratusan kader MADAS (Madura Asli) memadati kawasan religi Botoputih untuk memberikan pengawalan ketat sekaligus penghormatan dalam acara Haul Habib Botoputih . Kehadiran massa ini bukan sekadar tugas pengamanan, melainkan bentuk takzim kepada sosok Habib Botoputih yang dikenal sangat mencintai dan mendukung eksistensi MADAS sejak awal.
Dalam suasana yang khidmat tersebut, Ketua DPC MADAS Surabaya, Rahmadtulloh , menegaskan kembali jati diri organisasi. Beliau berharap momentum haul ini membawa keberkahan bagi seluruh anggota agar tetap solid dalam satu barisan.
"MADAS hanya ada satu. Ini adalah wadah tunggal bagi orang Madura. Harapan kami, melalui barokah para leluhur, MADAS tetap tegak lurus di bawah satu komando," ujar Rahmadtulloh dengan tegas.
Pesan mendalam juga datang dari Habib Abdullah Botoputih . Beliau menyoroti adanya dinamika internal dan pihak-pihak yang mencoba memecah belah organisasi dengan mengatasnamakan MADAS di luar struktur resmi. Beliau menekankan pentingnya proses yang konstitusional dalam berorganisasi.
Hormati Masa Jabatan: Segala bentuk keinginan untuk melakukan perubahan kepemimpinan harus menunggu masa jabatan berakhir sesuai aturan yang berlaku.
Proses Demokratis: Pergantian pemimpin wajib dilakukan melalui mekanisme pemilihan yang sah, bukan dengan cara-cara yang tidak etis.
Tolak Kudeta: Tindakan inkonstitusional hanya akan menghancurkan organisasi marwah dan mengadu domba sesama saudara Madura.
Menutup pernyataannya, Rahmadtulloh mengajak seluruh elemen masyarakat Madura yang bernaung di bawah bendera MADAS untuk senantiasa mengedepankan aturan main dan mekanisme organisasi. Baginya, keutuhan orang Madura adalah harga mati yang tidak boleh dikorbankan demi ambisi pribadi atau kelompok tertentu.
Dengan semangat persatuan, MADAS berkomitmen untuk terus menjadi benteng bagi martabat warga Madura di perantauan maupun di tanah kelahiran.
Bersama MADAS kita Bisa, Bersama kita Kuat. Salam Sittong Dere!

Posting Komentar