LAMONGAN Media Edy Macan– Suasana sakral dan khidmat menyelimuti pelataran Yayasan Pesantren Ihyaul Islam, Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, pada Kamis (02/04/2026). Ribuan jamaah yang terdiri dari santri, alumni dari berbagai penjuru daerah, hingga tokoh masyarakat tumpah ruah menghadiri Pengajian Umum dalam rangka Haul ke-4 KH. Ahmad Syamsul Anam dan KH. Ahmad Tadjam (KH. Ahmad Mufid).
Peringatan haul ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum krusial bagi keluarga besar pesantren untuk memperkokoh sanad keilmuan serta menyambung napas perjuangan dakwah dari para masyaikh terdahulu kepada generasi masa kini.
Sebelum memasuki acara puncak, panitia telah menyusun rangkaian kegiatan komprehensif sebagai bentuk penghormatan dan pendidikan bagi para santri:
Gema Sholawat Ishari: Dilaksanakan pada Selasa, melantunkan pujian agung kepada Baginda Nabi SAW sebagai pembuka keberkahan.
Prosesi Wisuda Santri: Digelar pada Rabu sebagai simbol keberlanjutan estafet pendidikan dan kelulusan generasi penerus di Pondok Pesantren Ihyaul Islam.
Sema’an Al-Qur’an & Tahlil: Ritual doa khusyuk yang dipanjatkan khusus sebagai hadiah spiritual bagi almarhum para pendiri dan pengasuh pondok.
Puncak acara semakin bermakna dengan hadirnya ulama kharismatik, Dr. KH. Marzuki Mustamar, M.Ag. Dalam petuah agamanya (mauidzah hasanah), beliau menekankan pentingnya menjaga ikatan batin dan intelektual antara santri dengan gurunya meskipun sang guru telah tiada.
"Haul adalah cermin untuk meneladani kegigihan dakwah para tokoh terdahulu. Kita tidak hanya datang untuk mendoakan, tetapi memikul tanggung jawab agar nilai-nilai perjuangan beliau tetap hidup dan terpancar dalam perilaku kita sehari-hari," tegas KH. Marzuki Mustamar.
Kehadiran jajaran pengasuh pondok, tokoh agama, serta pejabat setempat menambah bobot kehormatan acara ini. Selain sebagai ajang doa, pertemuan ini menjadi reuni akbar bagi para alumni untuk memperbarui semangat pengabdian.
Pihak panitia berharap melalui peringatan ini, jamaah dapat memetik hikmah dari rekam jejak perjuangan KH. Ahmad Syamsul Anam dan KH. Ahmad Tadjam. Semangat keikhlasan kedua tokoh tersebut diharapkan terus menginspirasi masyarakat dalam menebar kebaikan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di wilayah Sekaran dan sekitarnya.
Redaksi:Rohim
Editor:Agl

Posting Komentar