LAMONGAN, Media Edy Macan — Suasana malam Idulfitri di Desa Tritunggal Grogol, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, kembali dipenuhi nuansa hangat dan penuh kebersamaan. Warga setempat dengan antusias menggelar tradisi takbir keliling yang telah diwariskan secara turun-temurun, sebagai bentuk syiar Islam sekaligus pelestarian budaya lokal.
Di tengah perkembangan zaman, masyarakat tetap menjaga ciri khas perayaan dengan menggelar pawai berjalan kaki sambil membawa “ocor babuh” atau obor bambu. Cahaya obor yang berjejer menerangi jalan desa, menciptakan pemandangan indah sekaligus melambangkan persatuan dan kekompakan warga.
Tak hanya itu, iring-iringan takbiran semakin meriah dengan tabuhan bedug yang berpadu dengan lantunan takbir, serta hiasan lampion beraneka bentuk yang menambah semarak suasana malam kemenangan.
Bagi warga Tritunggal, tradisi ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kearifan lokal yang masih terjaga.
“Ini bukan hanya soal takbiran, tapi juga kebersamaan. Tradisi ini membuat hubungan antarwarga semakin erat,” ungkap Siswanto, salah satu warga.
Dengan semangat yang terus terjaga, tradisi takbir keliling di Tritunggal Grogol menjadi bukti bahwa nilai budaya dan religius dapat berjalan beriringan, menghadirkan makna mendalam dalam menyambut hari kemenangan.
Redaksi: Siswanto
Posting Komentar