PROBOLINGGO Media Edy Macan – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Kanigaran menciptakan terobosan melalui gelaran "Harmoni Ramadan 2026", Rabu (12/3/2026). Mengusung tema “Mengaji, Menguatkan Iman, Menggerakkan UMKM”, kegiatan ini sukses memadukan penguatan spiritualitas dengan denyut nadi ekonomi kerakyatan.
Ketua TP PKK Kecamatan Kanigaran, Anita Roosaria Endah, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai wadah multifungsi: mempertebal ketakwaan, mempererat silaturahmi, sekaligus menjadi katalisator bagi pelaku UMKM lokal, khususnya melalui optimalisasi Warung PKK.
Rangkaian semarak Ramadan di Kanigaran sebenarnya telah dimulai sejak 6 Maret 2026 melalui aksi Gerakan PKK Berbagi Takjil Serentak. Aksi kemanusiaan ini berhasil menjangkau 5.265 penerima manfaat di seluruh kelurahan se-Kecamatan Kanigaran.
Capaian impresif ini merupakan hasil kolaborasi dari sekitar 200 kader PKK, relawan, dan ASN. Adapun rincian pendistribusian terbesar berada di Kelurahan Kanigaran (2.762 paket), disusul Sukoharjo (800 paket), serta dukungan dari instansi seperti KUA dan Balai Penyuluh KB.
Acara puncak Harmoni Ramadan 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang menyasar berbagai aspek kehidupan, antara lain:
Spiritualitas: Khotmil Al-Qur’an oleh Pokja I dan kajian keagamaan.
Edukasi Ekonomi: Sosialisasi investasi cerdas untuk persiapan Generasi Emas.
Pemberdayaan Ekonomi: Pasar murah dan Bazar UMKM Warung PKK.
Layanan Publik: Fasilitasi pembayaran PBB dan hiburan line dance untuk kebugaran.
Menariknya, Anita mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara ini terselenggara secara mandiri. "Ini adalah perdana bagi kami, dan dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran APBD. Keberhasilan ini adalah buah dari dukungan kolektif berbagai pihak yang peduli," ungkapnya.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Evariani Aminuddin, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan pujian tinggi atas keberanian dan kreativitas PKK Kanigaran.
“Memulai sesuatu yang baru itu tantangan besar. PKK Kanigaran membuktikan bahwa dengan kemauan, kreativitas akan tumbuh subur. Ini harus menjadi role model atau contoh bagi kecamatan lain di Kota Probolinggo,” ujar Evariani.
Ia menekankan bahwa perempuan adalah motor penggerak strategis dalam keluarga dan masyarakat. PKK bukan sekadar organisasi, melainkan mitra pemerintah yang mampu menyentuh unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.
Evariani berharap inovasi ini tidak berhenti di sini, namun terus berkelanjutan agar Kecamatan Kanigaran semakin dikenal sebagai wilayah yang paling dinamis dan kreatif dalam memberdayakan kaum perempuan.
Redaksi:Syl
Editor:Agl

Posting Komentar