Lamongan, Media Edy Macan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian revitalisasi, rehabilitasi, dan pembangunan sarana prasarana SMA, SMK, dan SLB (negeri maupun swasta) di wilayah Lamongan dan Gresik, Rabu (4/3) di SMAN 2 Lamongan.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa agenda tersebut selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
“Peresmian rehabilitasi sekolah menjadi momentum penting dalam mendorong perbaikan kualitas pendidikan, baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas proses belajar mengajar,” ujar Pak Yes.
Orang nomor satu di Lamongan tersebut menjelaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan di daerahnya tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tahun 2025 yang mencapai 76,81, atau berada di atas rata-rata target.
“Di Lamongan kita terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, tidak hanya dari infrastruktur, tetapi juga dari proses belajar mengajar. Salah satu indikatornya adalah IPM yang mencapai 76,8 dan berada di atas rata-rata,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pak Yes menegaskan komitmen Pemkab Lamongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis. Di antaranya Program Beasiswa Perintis yang telah membiayai hampir 8 ribu anak, Program Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif (Aksi Biru) yang membantu anak putus sekolah kembali mengenyam pendidikan, serta program Gertak Desa (Gerakan Kesetaraan Belajar) yang diselenggarakan di desa-desa.
“Motivasi kami adalah agar tidak ada anak Lamongan yang tidak bersekolah karena keterbatasan biaya. Melalui Beasiswa Perintis hampir 8 ribu anak telah kami biayai. Program Aksi Biru membantu anak-anak yang sempat putus sekolah untuk kembali bersekolah. Sementara Gertak Desa kami hadirkan untuk memperluas akses kesetaraan belajar,” tambahnya.
Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi emas di masa depan. Menurutnya, sumber daya manusia yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang untuk melanjutkan pembangunan daerah.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa secara total terdapat sekitar 400 sekolah di Jawa Timur yang mendapatkan program revitalisasi dan rehabilitasi. Ia berharap program tersebut mampu memperkuat daya dukung sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Kami berharap revitalisasi ini dapat menguatkan daya dukung sekolah. Lingkungan sekolah harus disiapkan dan dijaga bersama. Setiap lembaga pendidikan juga penting untuk mengedepankan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” tuturnya.
Khofifah juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga fasilitas sekolah agar tetap terpelihara dengan baik sehingga daya dukung lingkungan pendidikan dapat terus terjaga.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah, diharapkan penguatan sarana prasarana pendidikan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran guna mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Posting Komentar