LAMONGAN, Media Edy Macan – Nuansa religius dan penuh rasa syukur terasa kental di area persawahan Desa Manyar, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, pada Selasa (24/03/2026) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, para petani bersama perangkat desa serta tokoh masyarakat berkumpul untuk menggelar tradisi “wiwit” sebagai tanda dimulainya panen raya padi.
Tradisi ini menjadi simbol ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang melimpah, sekaligus doa agar proses panen berlangsung lancar tanpa hambatan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh agama, KH. Nurul Ustman, yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kecamatan Sekaran dan Pengasuh Pondok Pesantren Ihyaul Ulum. Kehadirannya menambah suasana khusyuk di tengah hamparan padi yang siap dipanen.
Turut hadir Kepala Desa Manyar, Efendi, S.H., M.Kn., bersama Babinsa Koramil Sekaran, Sunardi. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi antara pemerintah desa, aparat, dan tokoh agama dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Manyar menyampaikan apresiasi kepada para petani atas dedikasi dan kerja keras mereka. Ia menegaskan bahwa tradisi wiwit bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk rasa syukur yang diharapkan membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi seluruh warga.
Acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan Sholawat Bil Qiyam yang diikuti seluruh peserta dengan penuh kekhusyukan. Suasana haru pun terasa saat pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di tengah persawahan.
Sebagai penutup, doa bersama dipimpin oleh KH. Nurul Ustman, memohon agar hasil panen membawa berkah, dijauhkan dari gangguan hama, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan ramah tamah sederhana, yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga Desa Manyar.
Redaksi: Abd. Rokhim
Posting Komentar