LAMONGAN, Media Edy Macan — Semarak malam takbiran di Desa Jugo, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, terasa berbeda dengan hadirnya pawai obor yang digelar oleh GP Ansor setempat. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam (20/3/2026) ini sukses menghadirkan suasana religius yang kental dengan sentuhan tradisi.
Mengusung konsep klasik, ratusan peserta berjalan kaki mengelilingi desa sambil membawa obor dan melantunkan takbir, tahmid, serta tahlil. Cahaya obor yang berderet di sepanjang jalan menciptakan nuansa hangat dan sakral, sekaligus menjadi simbol kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Kegiatan ini diikuti oleh kader Ansor, Banser, serta masyarakat umum, bahkan melibatkan berbagai elemen organisasi seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan LDII. Kehadiran lintas kelompok tersebut mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan ukhuwah islamiyah di tengah keberagaman.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak masyarakat yang turut menyaksikan dari pinggir jalan, bahkan ikut bergabung dalam barisan peserta, menjadikan acara ini sebagai ruang kebersamaan yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Selain sarat nilai religius, pelaksanaan takbir keliling tanpa kendaraan bermotor juga dinilai lebih aman dan tertib. Konsep ini mampu meminimalisir potensi gangguan sekaligus menjaga kekhidmatan suasana malam Idulfitri.
Ketua GP Ansor Ranting Jugo, Mohammad Kholid Nofianto, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, pawai obor ini bukan hanya tradisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin berkembang, sehingga nilai syiar Islam dan budaya lokal tetap terjaga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, GP Ansor Jugo membuktikan bahwa tradisi, kebersamaan, dan nilai religius dapat berpadu harmonis, menghadirkan malam takbiran yang aman, tertib, dan penuh makna.
Redaksi: Adji
Posting Komentar