SURABAYA Media Edy Macan– Gema takbir Idulfitri 1447 H masih menyisakan kehangatan saat keluarga besar Pondok Pesantren ALFUTUH berkumpul dalam satu ikatan kasih. Pada Kamis (26/3), Musholla Putra menjadi saksi bisu kembalinya para perantau ilmu dalam agenda Halal Bihalal dan Temu Alumni Ikatan Keluarga Santri ALFUTUH (IKSAF) 2026.
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini tidak sekadar menjadi ajang melepas rindu, namun juga ruang penguatan spiritual. Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menggema di awal acara seolah membasuh jiwa, diikuti deretan sambutan yang membangkitkan semangat ukhuwah di antara santri aktif dan alumni dari berbagai lintas generasi.
Dalam mauidhoh hasanahnya, Ketua IKSAF, Ustadz Khoirul Yaqin (Gus Irul), menyampaikan pesan mendalam mengenai dimensi pemaafan. Beliau menegaskan bahwa kesucian Idulfitri tidak akan sempurna tanpa adanya rekonsiliasi horizontal antar-sesama manusia.
"Jika pintu ampunan Allah terbuka lebar melalui madrasah Ramadhan, maka pintu maaf manusia hanya bisa terbuka melalui ketulusan jabat tangan," ujar Gus Irul.
Beliau juga memberikan catatan kritis mengenai etika di ruang siber. Di era di mana jempol bisa lebih tajam dari lisan, Gus Irul mengingatkan agar para alumni dan santri waspada terhadap bahaya hate speech dan propaganda digital. Momentum Halal Bihalal ini pun diposisikan sebagai ajang "pembersihan massal" dari dosa-dosa yang mungkin lahir melalui interaksi media sosial.
Menarik garis sejarah, Gus Irul mengulas bahwa tradisi Halal Bihalal adalah buah pikir jenius dari KH Wahab Hasbullah. Sebuah ijtihad budaya yang berhasil mengawinkan nilai syariat mengenai haqqul adami (hak sesama manusia) dengan tradisi luhur bangsa Indonesia. Di Ponpes ALFUTUH, tradisi ini dirawat sebagai bentuk 'urf (kebiasaan) yang baik guna menjaga semangat islah atau perbaikan hubungan secara berkelanjutan.
Acara pungkasan mencapai puncaknya saat prosesi mushafahah. Suasana berubah haru ketika para santri dan alumni saling berjabat tangan, meluruhkan ego, dan mengikat janji untuk terus menjaga nama baik almamater. Sesi foto bersama menjadi penutup indah, mengabadikan senyum kebersamaan yang akan dibawa pulang sebagai bekal pengabdian di masyarakat.
Redaksi:A.Rokhim
Editor:Agl

Posting Komentar