Lamongan, Media Edy Macan – Manasik haji tingkat kabupaten tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Selasa (31/3/2026) di Masjid Namira.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pembekalan serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi calon jamaah haji tahun 1447 H/2026 M. Manasik menjadi tahapan penting untuk memastikan jamaah mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik, tertib, dan sesuai tuntunan.
Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini mengusung motto “haji ramah lansia, perempuan, dan disabilitas” sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang inklusif dan humanis.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah jamaah haji asal Kabupaten Lamongan tahun ini mencapai 2.758 orang, menempatkannya sebagai daerah dengan jumlah jamaah terbanyak kedua di Jawa Timur. Tingginya jumlah tersebut dinilai sebagai indikator positif peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menuntut kesiapan pelayanan yang optimal.
“Manasik haji tidak hanya sebatas pembelajaran teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga menanamkan semangat saling membantu dan pelayanan antarjamaah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa terdapat peningkatan jumlah jamaah sekitar 900 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Total jamaah haji Lamongan akan diberangkatkan dalam delapan kelompok terbang (kloter), terdiri dari enam kloter utuh masing-masing berisi 380 jamaah, serta dua kloter gabungan bersama Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.
Untuk mendukung pelayanan, disiapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sebanyak 13 orang, Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) 13 orang, Petugas Haji Daerah (PHD) 8 orang, serta Pembimbing Ibadah Haji KBIHU (PIH KBIHU) sebanyak 10 orang.
Adapun jadwal keberangkatan jamaah haji Kabupaten Lamongan dimulai pada 29 April 2026 untuk lima kloter (30–34) sebanyak 1.722 jamaah. Selanjutnya, dua kloter (35–36) akan diberangkatkan pada 30 April 2026 sebanyak 751 jamaah, dan kloter 37 sebanyak 285 jamaah akan berangkat pada 1 Mei 2026.
Manasik haji tingkat kabupaten yang digelar di Masjid Namira ini dilaksanakan selama satu hari dengan total empat jam pelajaran. Sebelumnya, manasik tingkat kecamatan telah dilaksanakan selama empat hari di 14 titik dengan total 16 jam pelajaran.
Pada musim haji tahun ini, pemerintah juga menerapkan skema murur dan tanazul, khususnya bagi jamaah lansia, disabilitas, serta pendampingnya. Skema murur memungkinkan jamaah dari Arafah tidak bermalam di Muzdalifah dan langsung menuju Mina. Sementara itu, tanazul memungkinkan jamaah tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel.
Selain itu, pemerintah juga menghadirkan program manajemen dam haji, di mana proses penyembelihan dapat dilakukan di Tanah Suci melalui lembaga resmi Arab Saudi maupun di Indonesia.
Melalui rangkaian manasik ini, diharapkan seluruh jamaah haji Kabupaten Lamongan mendapatkan pembekalan optimal sehingga pelaksanaan ibadah berjalan lancar, aman, dan nyaman, serta memperoleh predikat haji yang mabrur.
“Dengan persiapan yang matang, kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” pungkasnya.

Posting Komentar