Langkah Ksatria Kabais TNI Mundur Jadi Teladan, Ketua Projo Malang: Menjaga Marwah di Atas Jabatan

 

MALANG  Media Edy Macan– Gelombang apresiasi mengalir menyusul keputusan mundur yang diambil oleh Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letjen TNI Yudi Abrimantyo. Langkah berani ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional atas dugaan keterlibatan oknum di bawah jajarannya dalam kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis KontraS.

Ketua DPC Projo Kabupaten Malang, H. Ahmad Ghufran, S.PdI., M.Si. , menilai tindakan tersebut sebagai oase di tengah krisis kepercayaan publik terhadap integritas aparatur. 

Dalam keterangannya, Ghufran menekankan beberapa aspek krusial dari fenomena ini:

  • Jiwa Ksatria yang Langka:  Mundurnya seorang pejabat tinggi menunjukkan bentuk tanggung jawab moral yang jarang ditemui. Hal ini membuktikan adanya keberanian dalam menyikapi persoalan serius yang terjadi di bawah kewenangannya.

  • Menjaga Institusi Marwah:  Dengan menempatkan suatu jabatan, Kabais dianggap lebih mengutamakan martabat institusi dibandingkan mempertahankan jabatan pribadi.

  • Dukungan pada Proses Hukum:  Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk menghormati proses hukum agar berjalan lebih obyektif dan transparan.

"Jabatan bukan segalanya. Ketika terjadi pelanggaran serius terhadap hukum dan hak asasi manusia, maka tanggung jawab moral harus dikedepankan. Ini adalah contoh nyata kepemimpinan yang berintegritas," tegas Ghufran.

Meski mengapresiasi pengunduran diri tersebut, Ghufran mengingatkan bahwa proses keadilan tidak boleh berhenti di sana. Ia mendesak agar:

  1. Pengusutan Tanpa Pandang Bulu:  Aparat hukum wajib mengusut tuntas pelaku dan motif di balik penyiraman air keras tersebut secara transparan.

  2. Keadilan bagi Korban:  Penegakan hukum harus berjalan hingga tuntas agar korban mendapatkan keadilan yang semestinya.

Menutup pembicaraannya, Ghufran berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pejabat dan aparat negara. Baginya, kekuasaan harus dijalankan dengan profesionalitas tinggi tanpa izin.

“Semoga ini menjadi momentum perbaikan, sekaligus mengingatkan bahwa kekuasaan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sebaliknya,” tutupnya.

Redaksi:Partono

Editor: Agl 

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News