REMBANG, Media Edy Macan – Di tengah dinamika reformasi birokrasi dan tuntutan peningkatan kedekatan institusi dengan masyarakat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus melakukan reposisi peran. Tidak lagi semata sebagai entitas keamanan yang bersifat reaktif, TNI kini hadir sebagai kekuatan progresif yang terintegrasi dalam pembangunan serta sistem kesiapsiagaan bencana.
Transformasi tersebut diwujudkan secara konkret oleh Kodim 0720 Rembang melalui rangkaian kegiatan integratif yang digelar di halaman Makodim, Kamis (26/4/2026). Kegiatan ini memadukan peresmian infrastruktur strategis, penguatan kapasitas tanggap darurat, serta apresiasi terhadap inovasi sosial di tingkat desa.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pasca-Idulfitri ini tidak hanya diwarnai tradisi halal bihalal sebagai sarana mempererat solidaritas, tetapi juga ditandai dengan peresmian Kantor Dampo Awang. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat koordinasi sekaligus simbol penguatan tata kelola administrasi teritorial.
Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Arm Winner, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari transformasi internal prajurit.
“Gedung ini bukan sekadar bangunan, melainkan wujud komitmen kami untuk terus bertransformasi. Fondasi yang ingin kami bangun adalah kejujuran dan kedisiplinan sebagai karakter utama prajurit. Ke depan, arah pengabdian harus lebih maju, terukur, dan humanis,” ujarnya.
Selain itu, Kodim 0720 Rembang juga meresmikan pemanfaatan satu unit mobil pemadam kebakaran dan lima unit speedboat. Aset tersebut tidak hanya difungsikan untuk kondisi darurat, tetapi juga dioptimalkan melalui konsep dual-use atau fungsi ganda.
Mobil pemadam kebakaran, selain digunakan untuk penanganan kebakaran, juga dimanfaatkan untuk mendukung irigasi pertanian dan penyiraman saat musim kemarau. Sementara itu, speedboat difungsikan sebagai sarana evakuasi banjir sekaligus patroli kebencanaan di wilayah pesisir.
“Pemanfaatan ini disesuaikan dengan karakteristik wilayah Rembang yang memiliki potensi kerawanan kekeringan maupun bencana hidrometeorologi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kodim 0720 Rembang juga memberikan apresiasi kepada 32 Babinsa atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai wilayah.
Peran Babinsa dinilai semakin berkembang, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Terkait program tersebut, Dandim menegaskan bahwa pembangunan KDMP merupakan bagian dari program strategis nasional dengan target penyelesaian hingga akhir Agustus 2026.
“Semakin cepat koperasi ini berdiri, maka semakin cepat pula manfaatnya dirasakan masyarakat. Ini merupakan instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0720 Rembang menunjukkan bahwa pendekatan militer modern tidak lagi bersifat sektoral, melainkan kolaboratif, adaptif, dan solutif. Sinergi antara kesiapan operasional dan pembangunan sosial-ekonomi menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan wilayah serta mendorong kemandirian masyarakat.

Posting Komentar