Drama 90 Menit di Daan Mogot: Polisi Berhasil Bujuk Pria yang Coba Akhiri Hidup dari Atas Papan Reklame

 

Tangerang  Media Edy Macan– Gemerlap lampu Jalan Daan Mogot, Batuceper, tiba-tiba berubah menjadi mencekam pada Senin (23/3/2026) malam. Seorang pria berinisial AB (30) nekat bertanding papan reklame di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) KM 19,6. Aksi nekat yang diduga dipicu oleh depresi berat ini sempat terhentinya pencatatan aktivitas di salah satu jalur tersibuk Kota Tangerang tersebut.

Laporan pertama masuk melalui layanan darurat 110 pada pukul 22.26 WIB. Respon cepat segera dilakukan oleh tim gabungan Polsek Batuceper dan petugas Pemadam Kebakaran. Setibanya di lokasi, petugas menemukan AB sudah berada di titik tertinggi papan reklame, posisi yang sangat rentan dan membahayakan nyawa.

Proses bantuan tidak berjalan instan. Selama  90 menit  , petugas melakukan negosiasi persuasif dari bawah dan area JPO. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, menekankan bahwa keselamatan AB adalah prioritas utama melalui pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan.

“Kami mengedepankan komunikasi yang lembut dan humanis. Petugas di lapangan berusaha mendengarkan keluh kesahnya agar ia merasa didengar dan mau turun secara sukarela,” ujar Kombes Pol. Jauhari.

Berdasarkan pendalaman awal, AB diketahui tengah memikul beban psikologis yang teramat berat. Rentetan peristiwa pilu dalam hidupnya menjadi pemicu utama aksi tersebut:

  • Kondisi Keluarga:  Mengalami tekanan akibat perpisahan orang tua (  broken home  ).

  • Duka Mendalam:  Masih dalam masakomunikasi dan berkabung setelah kehilangan ayah tercinta yang belum lama meninggal dunia.

Kombinasi kehilangan figur pelindung dan ketidakharmonisan keluarga diduga membuat kondisi mental AB mencapai titik nadir hingga ia merasa jalan pintas adalah satu-satunya solusi.

Tepat tengah malam, negosiasi membuahkan hasil. AB berhasil diturunkan dengan selamat tanpa luka fisik yang berarti. Ia segera dilarikan menggunakan ambulans fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis dan pendampingan menuju psikologis lebih lanjut.

“Kini yang bersangkutan dalam pengawasan tenaga medis untuk pemulihan fisik maupun psikologisnya,” tambah Kapolres.

Di akhir pernyataan, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kesehatan mental orang-orang di sekitar. Kepedulian kecil dan telinga yang mau mendengar bisa menjadi penyelamat bagi mereka yang sedang berjuang melawan kegelapan dalam pikiran mereka sendiri.

Redaksi:Ysf

Editor: Agl

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News