Sam Tito Semarakkan Hari Pers Nasional 2026 dengan Tanam Pohon dan Tebar 3.000 Benih Ikan di Sungai Wendit

 

Malang, Media Edy Macan – Presiden KHYI dan Ketua GANN Malang Raya, KRA Dwi Indrotito Cahyono, SH., MM., yang akrab disapa Sam Tito, turut menyemarakkan peringatan Hari Pers Nasional 2026 dengan menggelar aksi peduli lingkungan di kawasan Sungai Wendit, Minggu (15/2/2026).

Bersama sejumlah perwakilan media online seperti Tagar Indonesia, Pendopo Satu, Buser Jatim, Realita Publik, dan MediaSiberKompppak, Sam Tito melakukan penanaman pohon beringin di bantaran Sungai Wendit.

Usai penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran 3.000 benih ikan nila di sungai belakang kawasan Wendit. Dalam kegiatan tersebut, Sam Tito didampingi Kepala Desa Mangliawan M. Jai, Ketua Ormas Srikandi PP Kota Malang Kiky Titik Sundari, serta Ketua DPC ProJo Kabupaten Malang.

Untuk mendukung penghijauan, bantuan bibit pohon buah diperoleh dari Perum Jasa Tirta I sebanyak 600 bibit dan Perum Perhutani Malang sebanyak 150 bibit. Jenis pohon yang ditanam antara lain durian, sirsak, nangka, dan kluwih.

Sementara itu, 3.000 benih ikan nila merupakan bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang.

Sam Tito mengapresiasi inisiatif rekan-rekan pers dalam menggerakkan aksi penyelamatan lingkungan, khususnya menjaga kelestarian sumber mata air di sekitar pemandian Wendit.

“Luar biasa perjuangan dan komitmen teman-teman pers dalam menggalakkan penghijauan melalui penanaman pohon sebagai upaya penyelamatan sumber mata air. Apalagi ini sudah tahun kedua, setelah sebelumnya digelar di Bedengan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penebaran ribuan benih ikan nila diharapkan dapat meningkatkan populasi ikan di Sungai Wendit sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama bagi warga yang memanfaatkan sungai sebagai lokasi memancing.

Lebih lanjut, Sam Tito mendorong agar bantaran Sungai Wendit dikembangkan menjadi destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Malang. Menurutnya, potensi wisata air, susur sungai, hingga konsep kuliner seperti warung atau kafe apung sangat memungkinkan untuk direalisasikan.

Di lokasi tersebut, Pokdarwis Kampoeng Banyu telah menyiapkan lima unit perahu wisata untuk susur sungai dengan tarif Rp5.000 per orang.

“Ini potensi luar biasa karena lokasinya dekat dengan Kota Malang. Jika dikembangkan serius, tidak akan kalah dengan wisata air lain di Kabupaten Malang seperti Andeman Boon Pring atau Sumber Maron,” tegasnya.

Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang, Sam Tito juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam pengembangan kawasan Sungai Wendit, melibatkan Jasa Tirta, Pemerintah Kabupaten Malang, Perumda Tugu Tirta, serta Perumda Tirta Kanjuruhan.

Menurutnya, sinergi tersebut penting mengingat keberadaan Sumber Mata Air Wendit menjadi kepentingan bersama berbagai pihak.

“Semua instansi harus peduli dan bersama-sama mengembangkan potensi ini,” pungkasnya.

Redaksi: Team
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Bisnis Anda
Logo Karya Tenda Logo Partner Baru Logo Imparsial News