LAMONGAN Media Edy Macan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melakukan langkah taktis dengan menjadikan momentum Safari Ramadan 1447 H sebagai ruang audit lapangan dan percepatan pelayanan publik. Bertempat di Masjid Jami’ Usssisa Alattaqwa, Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Rabu (25/2), Bupati yang akrab disapa Pak Yes bersama Forkopimda tidak hanya sekadar bersilaturahmi. Ia secara tegas mengintegrasikan kegiatan keagamaan dengan penyediaan layanan langsung mulai dari pemeriksaan kesehatan, operasi pasar murah, administrasi kependudukan, konsultasi perizinan, hingga layanan BPJS dan perpustakaan keliling guna memangkas jarak birokrasi bagi masyarakat desa.
Dalam audiensi tersebut, Pak Yes memaparkan rapor kemajuan infrastruktur melalui program unggulan "Jamula" (Jalan Mantap dan Alus Lamongan). Data menunjukkan tingkat kemantapan jalan telah mencapai 60,21% pada tahun 2025 dengan total pembangunan 58 ruas jalan sepanjang 24.700 meter. Selain itu, aspek keamanan jalan diperkuat dengan berfungsinya 7.011 titik lampu penerangan, termasuk penambahan 237 titik baru pada tahun lalu. Menatap tahun 2026, Pemkab Lamongan telah mencanangkan pembangunan infrastruktur lanjutan di 50 titik strategis guna memastikan konektivitas antarwilayah tetap optimal.
Di sektor agraris, Lamongan mempertegas posisinya sebagai lumbung pangan nasional dengan pencapaian produksi padi sebesar 1.335.099 ton dan perikanan 129.790,64 ton pada 2025. Realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) yang mencapai 193.786 hektare berbanding lurus dengan kesejahteraan petani, yang tercermin dari angka Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 124,97. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa daya beli masyarakat tani di Lamongan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global, sekaligus menjadi solusi ketahanan pangan di tingkat daerah hingga pusat.
Transformasi layanan kesehatan juga menjadi sorotan utama, di mana program Laserku/Home Care Service tercatat telah menjangkau 1.456 warga. Keberadaan RSUD Ki Ageng Brondong kini menjadi pilar perluasan akses layanan medis di wilayah pesisir. Secara nasional, Lamongan sukses melampaui target Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025; dari target 492.301 jiwa, realisasi mencapai 512.516 kehadiran (105,93%), dengan 452.894 warga di antaranya telah mendapatkan pelayanan medis secara tuntas. Hal ini membuktikan efektivitas sistem jemput bola yang diterapkan pemerintah daerah.
Pak Yes juga mengawal ketat aktualisasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fondasi penguatan generasi emas. Program ini telah menyasar 301.875 penerima manfaat di Lamongan, dengan dukungan operasional dari 109 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif. Sinergi program nasional dan daerah ini dipandang sebagai langkah solutif jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini, memastikan anak-anak Lamongan tumbuh dengan dukungan nutrisi yang terjamin dan terukur secara medis.
Sebagai penutup laporan kemajuannya, Bupati mengungkapkan progres signifikan dari sektor ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih. Saat ini, sebanyak 474 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah mengantongi badan hukum resmi, dengan 95 unit di antaranya telah beroperasi penuh. Infrastruktur pendukung berupa gerai fisik terus dikebut, di mana 211 gerai dinyatakan selesai dibangun dan 211 lainnya tengah dalam proses konstruksi. Melalui penguatan koperasi ini, ekonomi perdesaan di Lamongan diharapkan mampu mandiri dan memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi dinamika pasar.
Redaksi: Team
Editor: bIe
Posting Komentar